15 blogger komat-kamit

Corel, Freehand dan Illustrator







Corel, Freehand dan Illustrator adalah sama-sama program untuk desain grafis yang berbasis vektor. Ketiga software ini sudah diakui kehebatannya oleh desainer kelas dunia. Masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan pada hal-hal tertentu.

Desain untuk kebutuhan publikasi (baca: koran/majalah) yang biasanya berbentuk ilustrasi atau infografis kebanyakan diciptakan dengan program Freehand. Apa alasannya? program ini mempunyai fasilitas untuk menghilangkan warna spot, yaitu warna yang bukan hasil campuran CMYK (cyan, magenta, yellow, black).

Mesin percetakan hanya mengenal warna CMYK saja. Misalnya nih, warna hijau adalah campuran kuning dan biru. Sedangkan warna hijau yang menyala atau ngejreng membutuhkan tinta khusus yang artinya membutuhkan tambahan uang lagi untuk membuat film khusus. Kalo warna-warna di majalah barangkali masih memungkinkan terjadinya hal tersebut, karena disana bisa dimainkan warna-warna menyala seperti perak, emas, dll. Tapi kalo untuk warna koran? hanya CMYK yang diterima oleh percetakan.

Akhirnya, saya berharap tulisan singkat di atas bermanfaat untuk saya khususnya dan pembaca pada umumnya.

Catatan:

Desain di atas menggunakan program Freehand MX. Klik sekali untuk memperbesar gambar. Kritik, saran dan komentar sangat terbuka.

Bahan bacaan:

http://www.nanangkristanto.com/news.php?id=13
14 blogger komat-kamit

Commercial Art or What?



Melihat poster pameran fotografi wartawan ANTARA di kantor, saya tiba-tiba ingin bercerita soal poster yang menghias girlan (pinggir jalan) Matraman, Jakarta. Dalam sepekan ada mungkin dua sampai tiga kali tembok--yang sudah kotor--itu ditempeli berbagai poster. Bukan poster rokok atau operator seluler yang saya dapati, melainkan poster komersial yang mempromosikan terbitnya majalah atau tabloid edisi terbarunya.

Jelas-jelas ini vandalisme menurut saya, karena poster ini tidak mengindahkan tata ruang kota. Bahkan mungkin poster-poster itu tidak ada ijin tempelnya. Biasanya mereka yang bertugas nempel poster itu datang pagi-pagi atau malam sekalian. Nunggu pemakai jalan rada sepi biar nggak ada yang usil nanti.

Sebenarnya poster buatan mereka sudah bagus secara desain. Pemilihan warna, pengaturan komposisi, dan ide-ide sudah cukup nakal. Bahkan, saya sering tiba-tiba berhenti mendadak (saat jalan kaki)--seakan dipaksakan untuk mengamati keindahan pesan visualnya semata.

Kalo emang karyanya bagus tapi nggak pas peletakannya kan ya percuma saja. Itu namanya merugikan orang lain menurut hemat saya. Repot memang Indonesia ini. Poster dan reklame bertebaran dimana-mana. Kota yang kabarnya mau diikutkan perlombaan adipura kok malah dinodai.

Andai saja saya hari ini menjadi bagian dari pemkot (semoga tidak), saya akan menyumbangkan ide supaya dibuat peraturan yang jelas dan menindak tegas siapapun yang melanggarnya. Saya pikir karya komersial juga akan dihargai kalo ditempatkan pada tempatnya.
Salam kreatif!!
(Gambar di atas hanya ilustrasi saja, diambil dari http://www.visualresistance.org/wordpress/images/saw2006_pittsburgh1.jpg)
13 blogger komat-kamit

BBM dan Emosi Diri



Bingung mikirin BBM tapi gaji nggak kunjung naik? sama. Mungkin semua orang otaknya puyeng mikirin itu. Bolehlah sejenak kita melupakan beban. Coba sekarang kita sejenak melupakan semua permasalahan itu, Coba setel musik atau buatlah sebuah gambar yang kita suka. Nggak bisa nggambar? kalo gitu buat aja corat-coret pada sebuah kertas yang lebar dan berhentilah sampai emosi atau kekesalan anda hilang.

Ada banyak cara untuk menghilangkan stress sebenarnya, karena saya bukan dokter jadi saya nggak bisa kasi solusinya di sini. Oke, saya akan mencoba memaparkan akibat stress pada manusia. Contoh gampang yang sering kita temui adalah munculnya penyakit insomnia alias susah tidur, tumbuhnya acne (baca: jerawat), lalu ketombe pada rambut, dan sebagainya. Kalo sudah begini orang pasti bawaannya pingin marah, pingin ngisap rokok, bahkan ada yang sampai mengambil jalan pintas yakni mengakhiri hidupnya.

Jangan!!
jangan lakukan semua itu. Jangan depresi juga. Tahan emosi kita yang meletup itu. Cari hiburan yang murah tapi menyenangkan, atau berolahragalah sekedarnya, jogging misalnya.

Pikiran yang sudah ruwet butuh diistirahatkan. Kemampuan otak kita terbatas. Kita bukan Tuhan yang bisa mengatur segalanya. Diciptakannya permasalahan sudah disesuaikan dengan kemampuan kita untuk memecahkannya. Saya juga masih belajar untuk mengontrol diri kok. Belajar juga dari semua orang yang pernah saya kenal.
 
;