Saya buat desain ini untuk dipasang di header FB saya, tapi Anda juga dipersilakan untuk memakainya gratis untuk kepentingan apapun. Tapi dilarang memodifikasinya hehe...
Desain saya buat menggunakan adobe flash
Gunakan Plugin Adobe Illustrator CS 6
Maka saya coba Googling dan alhamdulillah dapat juga yang saya temukan. Ini dia plugin yang saya cari-cari selama ini. Plugin open path ini bisa juga digunakan untuk adobe illustrator versi 6, dan penggunaannya cukup mudah. Download saja plugin open path tersebut di sini dan letakkan script tersebut di path ini C:\Program Files\Adobe\Adobe Illustrator CS6\Presets\en_IL\Scripts. Barangkali path ini akan berbeda di setiap komputer user.
Jika komputer Anda kondisinya sedang membuka program Adobe Illustrator silakan restart terlebih dahulu. Untuk melihat hasil install pluginnya lihat di menu File-Scripts. Maka muncul Extended Select yang jika diklik akan muncul jendela seperti ini.
Terima kasih buat om Michael Schmeling yang telah menciptakan plugin gratis ini, bagi pengguna Adobe Ilustrator plugin ini sangat bermanfaat sekali. Semoga panjenengan diberikan kesehatan lahir dan batin serta sukses dalam berkarir.
Plugin ini ampuh, keren, awesome, dan amazing. Percayalah hehe. Semoga info ini berguna juga buat teman-teman semuanya. Jika ada kesempatan, ke depannya akan saya buatkan tulisan tentang bagaimana cara menggunakan plugin open path adobe illustrator ini.
Catatan penting:
Saya kembali lagi menulis di blog ini akhirnya, setelah lima tahun ditinggalkan. Hore!!
APA sih bedanya foreground dan background? Pendeknya, yang dimaksud dengan foreground adalah latar depan (obyek utama), sedangkan background adalah latar belakang. Pada gambar di atas, tampak jelas bahwa foregroundnya adalah seorang laki-laki yang membelakangi (kamera), sedangkan backgroundnya adalah bangunan industri yang tampak kabur itu.
Istilah foreground dan background juga berlaku pada photoshop. Coba Anda lihat pada toolboxnya; ada dua kotak warna hitam dan putih. Dua warna itu adalah warna foreground dan background dalam kondisi default. Kita bisa mengubahnya dengan warna lain sesuai keinginan kita. Ada beberapa pilihan mode warna yang bisa kita gunakan. Jika Anda mendesain untuk kebutuhan web atau hanya untuk di monitor saja (tanpa dicetak nantinya) maka Anda bisa memakai warna RGB. Kelebihannya, warna ini bisa menampilkan warna-warna “menyala” atau spotlight. Sedangkan Jika Anda mendesain untuk kebutuhan printing atau cetak sebaiknya anda pilih warna CMYK.
Untuk mengembalikan warna pada posisi default yaitu hitam dan putih, cukup tekan “D” pada keyboard Anda. Jika ingin memindah posisi warna hitam putih menjadi warna putih dan hitam, tekan “X” pada keyboard Anda. Mudah ‘kan??
Dengan fasilitas canggih yang disediakan photoshop, kita bisa mengedit gambar tersebut sesuai dengan keinginana kita. Bagaimana caranya? Nantikan tips selanjutnya hanya diblog ini.
Salam kreatif!!
Jika garis-garis itu tidak ada, mata kita bisa kehilangan arah dalam membaca. Bisa-bisa satu porsi soto ayam dihargai sama dengan satu es kopyor, atau harga satu es kopyor dihargai satu teh botol. Nah lho! Menguntungkan bagi pembeli, merugikan bagi penjual. Eitsss!!! stop!! Jangan ngiler ya bayangin menu yang kami pesan saat kopd[art]#2 di Ancol tadi siang .Okeh, kembali lagi soal garis. Variasi garis juga bermacam-macam bentuknya. Ada yang tipis, tebal, tebal tipis, putus-putus atau kombinasi. Coba ambil koran di sekitar anda. Lihat, amati, dan rasakan..., betapa garis bisa membantu mata kita untuk membedakan mana itu misalnya berita utama, mana itu berita features, dan seterusnya. Dengan garis, layout (baca: tata letak) koran pun jadi tampak rapi nan indah mempesona *lebay
http://gugundesign.wordpress.com/2007/08/07/elemen-desain-grafis/
http://belajardekavesatu.blogspot.com/2007/10/elemen-elemen-desain.html
Kopdar ini menurut saya cukup berkualitas!!
Makasih buat Mas Fery dan Ebong yang sudah mendukung kopdar ini
Desain di atas saya buat untuk dihadiahkan ke Mas Edy Caplang[dot]net sebagai pemenang kontes#4 di blog saya beberapa waktu yang lalu. Konsepnya menggabungkan nuansa religi dengan desain popart. Ada yang tertarik untuk mempunyai desain kartu lebaran edisi khusus?? silakan kirimkan email kepada saya. Jangan lupa tinggalkan nomor yang bisa dihubungi.
Terima kasih
Sebuah Tinjauan Ulang Warna-warni Flexi
KENAPA orang bangga kalo berjalan di atas red carpets (karpet merah)? Secara psikologis warna merah diyakini sebagai warna mewah, warna untuk orang kaya. Kira-kira seperti itu penjelasannya. Selain warna merah, ada juga warna biru tua keunguan dan hitam—yang kemudian dianggap eksklusif itu. Tidak percaya? Anda bisa membuktikannya sendiri. Gimana caranya? Anda bisa mengunjungi toko emas terdekat. Coba perhatikan, secara umum perhiasan yang dijual pasti berlatar belakang kain bludru merah.
Berbicara soal warna, masih ingat nggak saat dimana pemilik konter baik di mall, pinggir jalan atau di tengah kampung rame-rame membranding konternya dengan warna salah satu sponsor operator telpon seluler? Mereka yang dapat sponsor Telkomsel konternya disentuh warna merah dominan dan sedikit komposisi hitam, Mentari dengan warna kuning khasnya, XL dengan biru tua kehijauan, atau orange untuk XL bebas, dan seterusnya.
Lalu bagaimana dengan Flexi? Kita tahu bahwa Fleksi mempunyai komposisi warna merah, kuning dan hijau.. Warna yang dalam kajian desain (di Indonesia) dianggap sebagai warna yang norak dan kedaerahan (baca: bukan warna modern). Konter yang awalnya bagus setelah dibranding oleh Flexi justru menurut hemat saya tampak kurang indah, seakan mengabaikan estetika—interior konter itu sendiri. Saya menilai disini ada sedikit pemaksaan desain.
Terlanjur mendapat sambutan hangat di tengah publik (Jawa Timur misalnya), Flexi mau tidak mau tetap mempertahankan image atau warna tersebut. Karena ini ngomong soal corporate identity. Akhirnya, mau tidak mau dalam setiap desain material promonya, ketiga warna itu selalu hadir menghiasi setiap benda di sekitarnya. Mulai reklame, mobil, brosur, tampilan web, juga tidak ketinggalan seragam SPG mbak-mbak itu.
Satu kritik buat Flexi, untuk kedepannya saya kira Flexi harus mempertimbangkan secara matang soal warna ini. Supaya produknya lebih membumi dan menjangkau kelas menengah ke atas, pengemasan dalam setiap desain harus mengedepankan modernitas, berkelas dan ada unsur hi-technya. Tidak seperti sekarang yang masih kuat dengan tampilan ngejrengnya itu.
Saya bertanya dalam hati, jangan-jangan warna-warni Flexi itu sengaja ingin mengajak penggunanya berkarnaval ria atau pesta pora setiap hari? Atau mungkin ajakan untuk mencintai reggae Bob Marley, si rastamania itu? Entahlah, saya tidak tahu. Saya bukan orang pintar yang bisa memberikan pencerahan kepada Anda soal ini.
Kita tunggu saja bagaimana Flexi lima tahun atau sepuluh tahun ke depan.
Salam kreatif!!

MASIH ingat sama antownholicontest#3? pemenangnya adalah Maria Ulfa A.K.A Emyou. Sang pemenang berhak mendapatkan desain banner ornamentalis cantik dari saya. Berkesempatan juga mencantumkan namanya pada banner tersebut.
Untuk anda yang ingin memesan banner dengan desain khusus silakan kirimkan email pada saya. Berikan penjelasan lengkap karakter banner yang anda inginkan dan saya akan memberikan yang terbaik untuk anda.
Terima kasih.
Tentang Gambar:
Dibuat dengan Freehand MX




NGGAK RUGI, atas usaha saya selama ini. Meskipun hadiahnya bukan pesawat terbang atau jalan-jalan ke Thailand, tapi saya sudah cukup senang. Makasih, Fen atas pengumuman dan hadiah MP3 SIMBADDAnya. Semoga kontes pertama yang kamu gelar tepat di hari ulang tahunmu ini membawa kebahagiaan buat kita semua. Btw, kapan rencana kontes keduanya? Hihihi…
Fenny adalah blogger dari Bali. Akunya, bulan agustus nanti dia mau kopdar sama blogger Jakarta. Ada yang tertarik ikutan? Kali aja ntar ditraktir, Huhuhu…
Jika anda yang tertarik pesan desain logo atau banner khusus untuk blognya silakan menghubungi saya via e-mail.
Beberapa bulan setelah resmi meninggalkan Malang dan hijrah ke Kota Pahlawan, Surabaya, saya sempat "main-main" dengan digital printing. Saya beli satu unit printer EPSON (tipenya saya lupa) yang rada murah, lalu tabung tinta atau cartridgenya diganti dengan selang. Tentu saja bukan saya yang ngoprek.Printer itu lalu saya bawa ke ahlinya di THR Surabaya, di modifikasi disana. Dan beberapa jam kemudian printer itu siap untuk dipakai sepuas-puasnya.
Maklum, di Surabaya memang lagi ngetren. Tidak hanya rental komputer, warnet pun juga mulai melirik bisnis digital printing sebagai sampingannya. Printer genuine yang mereka miliki rela "dilacurkan" demi bisnis menggiurkan.
Sebelum saya akhirnya dapat kerja di Jakarta, harga digital printing di Surabaya sudah cukup hancur. Berdasarkan pengalaman saya, untuk ngeprint banner saja ongkosnya cuma Rp30.000/m2. Entah sekarang, mungkin sudah turun lagi.
Digital Printing memang ladang bisnis yang menggiurkan, Tapi kalo pasar sudah dirusak?? apa yang terjadi kemudian?? saya yakin pekerja desain bisa tersenyum lebar sementara pengusaha menangis tak berkesudahan.
Berani harga murah, silakan terima kualitas rendah. Berani harga tinggi, silakan menikmati karya bermutu tinggi.
http://www.yugatech.com/blog/wp-content/digital_printing.jpg
Saya tidak bisa main musik kecuali sekedar main pukul kaleng, panci, ember atau botol saat waktunya sahur di bulan puasa. Hihihihi. Di kampung saya, rutinitas membangunkan sahur ini disebut "patrol". Biasanya dimulai awal puasa sampai menjelang akhir. Di sela-sela tabuhan musik itu kadang ada yang suka nyalain petasan juga. Duoorr!!!
Tapi belakangan ini, saya juga suka nyetel musik jazz di radio. Tapi yang instrumentalia. Kebetulan di Jakarta ada radio yang khusus memutar musik jazz, kalo nggak salah frekuensinya 99,9 fm. Dalam sebuah milis desain yang sempat saya ikuti beberapa waktu yang lalu, ada anggota milis yang mengatakan; “ngedesain sambil dengerin jazz itu nikmat banget”. Karena penasaran saya kemudian coba buktikan, eh ternyata terbukti bow!! Bahkan dengan mendengarkan musik jazz ada yang bilang otak kita mampu bekerja lebih baik dan stabil. Anda percaya? silakan coba sendiri...
Iseng-iseng bikin saya desain pin bertemakan musik. Cantik nggak karya saya? Kalo dicetak beneran trus dijual, ada yang beli nggak ya? hahaha...
Keterangan gambar:
Dibuat dengan program Macromedia Freehand MX


GRAFFITI di atas dibuat sepenuhnya dengan program Macromedia Freehand. Desain graffiti tersebut saya hadiahkan kepada Mas Rizal dari Malaysia sebagai penghargaan atas "komen pedas" yang diberikan untuk blog saya beberapa waktu yang lalu. Justru yang menang dari Malaysia, kok bukan dari Kenya atau Zimbabwe sekalian ya? hahaha...
SAAT ini saya merasa senang sekali karena blog saya sedikit lebih dinamis secara tampilan daripada kemarin. Hanya saja untuk memasang shoutbox saya belum berhasil (padahal oggix.com sudah memberikan gratisan yang siap pakai).
TIDAK lupa saya ingin mengucapkan beribu terima kasih kepada beberapa blogger yang masih aktif berkunjung kesini. Kalo pingin dapet yang gratisan kayak mas Rizal, ikuti kontes ketiga hari senin depan. Seperti biasa, saran dan kritik masih saya buka selebar-lebarnya. Love U All...
Catatan Tambahan:
Buat bloger yang ingin memiliki graffiti dengan gaya khusus, silakan kirimkan ke email saya. Untuk harga perdesain kita bisa bicarakan nanti.

Sekitar tahun 2000-an saya mengenal Freehand saat masih sekolah di SMSR (SMKN 11) Surabaya. Tiba-tiba saja saya jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Kalo nggak salah saat itu masih Freehand versi 7 (sekarang versi MX). Saya diajari bagaimana cara membuat sebuah logo secara computerized. Tugas menggambar logo “perumahan” yang kemarin saya buat secara manual sekarang tinggal diaplikasikan. Gitu kali maksud guru saya.
Saya juga belum kenal apa itu mesin scan, alhasil proses pengerjaan menjadi lama karena saya harus mengukur langsung ukuran panjang dan lebar yang ada di kertas gambar dengan penggaris. Belum lagi karena komputernya yang bulukan dan suka error, padahal muridnya banyak banget yang ngantri. Teman-teman yang tidak sabar kontan saja emosi dan nggak mood sama pelajaran ini, orang desain yang sudah dibuat belum disave. Saya yang kebablasan rajin malah tiap hari pinginnya main mlulu sembari curi ilmu.
Dunia desain semakin merasuki saya (kayak kesetanan aja yak!!). Freehand yang baru sekitar setahun lalu saya cintai itu terpaksa harus saya selingkuhi. Maklum, ada yang lebih cantik lagi sih. Namanya CorelDRAW. Saya kenalan dengannya ketika melanjutkan studi di Jogja (tahun 2001). Beberapa fitur menarik saya temukan di Corel. Kemudahan untuk mengaplikasikan gambar serta tampilan yang menarik membuat saya enggan untuk meninggalkannya. Oya, pada tahu blom?? Jika kita ngomong kuantitas nih, desainer Jogja atau Surabaya lebih mengidolakan Corel ketimbang Freehand lho. Sementara desainer yang ada di Jakarta bersikukuh dengan Freehandnya.
Setelah saya mengenal internet, pikiran saya menjadi terbuka. Saya akhirnya tahu kalo desainer di belahan dunia sana ternyata banyak yang memakai Freehand dan Adobe Illustrator. Nah lho, makhluk apalagi tuh? Mereka bilang dengan software Adobe Illustrator kita bisa menciptakan karya grafis yang nyaris sempurna. Pada software ini kita bisa menemukan banyak tools canggih yang tidak ada pada dua software grafis yang lainnya. Bingung kan mau pilih yang mana?! Belajar ama yang satu aja belum tuntas eh ada yang lain lagi. Yang jelas kalo pake Illustrator beban memori komputer kita jadi rada berat.
Dari sini saya bisa mengambil kesimpulan bahwa seorang desainer wajib menguasai banyak aplikasi/program. Tidak bisa kita mencintai salah satu lalu meninggalkan kekasih yang pernah kita cintai. Sebagai pekerja grafis yang wanna be profesional saya mencoba untuk terbuka diberikan kritikan dan masukan. Karena jika anti kritik, saya akan tetap stagnan alias tidak bisa berkembang.
Saya pernah coba investigasi kecil-kecilan, soal desain kaos distro (yang sebagian kecil) tidak ada maknanya sama sekali--kecuali mengutamakan estetika/ keindahannya itu. Saya nanya beberapa orang pemakainya dan merekapun tidak tahu apa artinya tulisan atau gambarnya. Bagi mereka selama itu bagus, why not?? Memang, secara art dia punya nilai lebih dibanding kaos yang dijual secara partai. Pantas saja harganya agak mahal.
Ini saya ada beberapa desain yang saya buat beberapa hari yang lalu saat ada waktu luang. Saya membuatnya dua hari. Dua hari empat desain, hahaha. Kalo desain saya jelek katakan, kalo emang lucu tertawakan!!
Makasih atas masukannya yaa...



Kaos begitu berharga bagi saya. Dia bisa dipakai untuk jalan, kerja (ngantor), dan juga tidur. Koleksi kaos saya di lemari tidak banyak, masih bisa dihitung dengan jari. Saya jadi bosan melihatnya. Perasaan yang dipakai itu-itu aja.
Hari jumat, tepat seminggu yang lalu saya beli kaos murah selepas sholat jumat di pelataran Masjid Matraman. Karena murah dan nggak bisa dicoba di tempat, maka tinggal pintar-pintarnya kita milih aja. Nasib saya kurang beruntung kala itu. Saat saya coba di kost, ternyata lengannya kekecilan dan jahitan di pundak nggak bagus (nggak simetris). Sial, nggak mujur nih nasib saya.
Pada kamis kemarin (05 Juni 2008) saya niat mau jalan ke Atrium Plaza, dekat Senin. Bener-bener jalan kaki nih ceritanya--karena secara geografis letaknya nggak jauh dari tempat saya kerja. Targetan utama adalah cari kaos yang harganya murah tapi desain dan bahannya bagus. Hahaha....!!
Catatan:
Gambar di atas sudah dimodifikasi alur ceritanya (bukan kejadian sebenarnya). Kalo gambarny nggak lucu anda tidak perlu buang-buang energi untuk ketawa, just leave a critique or comment aja. Tengkyu




Corel, Freehand dan Illustrator adalah sama-sama program untuk desain grafis yang berbasis vektor. Ketiga software ini sudah diakui kehebatannya oleh desainer kelas dunia. Masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan pada hal-hal tertentu.
Desain untuk kebutuhan publikasi (baca: koran/majalah) yang biasanya berbentuk ilustrasi atau infografis kebanyakan diciptakan dengan program Freehand. Apa alasannya? program ini mempunyai fasilitas untuk menghilangkan warna spot, yaitu warna yang bukan hasil campuran CMYK (cyan, magenta, yellow, black).
Mesin percetakan hanya mengenal warna CMYK saja. Misalnya nih, warna hijau adalah campuran kuning dan biru. Sedangkan warna hijau yang menyala atau ngejreng membutuhkan tinta khusus yang artinya membutuhkan tambahan uang lagi untuk membuat film khusus. Kalo warna-warna di majalah barangkali masih memungkinkan terjadinya hal tersebut, karena disana bisa dimainkan warna-warna menyala seperti perak, emas, dll. Tapi kalo untuk warna koran? hanya CMYK yang diterima oleh percetakan.
Akhirnya, saya berharap tulisan singkat di atas bermanfaat untuk saya khususnya dan pembaca pada umumnya.
Catatan:
Desain di atas menggunakan program Freehand MX. Klik sekali untuk memperbesar gambar. Kritik, saran dan komentar sangat terbuka.
Bahan bacaan:
http://www.nanangkristanto.com/news.php?id=13

Dapatkah anda membayangkan mereka yang sudah bebas bayar angsuran tapi rumahnya malah jadi korban. Bisakah anda membayangkan disaat yang lain merayakan tahun baruan dengan meriah justru mereka yang di Sidoarjo sedang merayakan kepedihan yang amat mendalam.
Setelah didera sekian ratus hari...
Saya tidak tahu solusi apa yang harus diambil untuk menghentikan lumpur tersebut. Namun jelas, saya meyakini bahwa ritual (baca: mistik) atau sesajian tidak akan menyelesaikan permasalahan. Ini harus segera dicarikan solusinya.
Sebagai warga yang juga dibesarkan di Sidoarjo, saat ini saya hanya bisa memberikan semangat supaya kita tetap bangkit, minimal dari hati dulu lah. Ya, bangkit dan tersenyum kembali untuk menatap masa depan. Bismillahirrahmaanirrahiim...
Bagi yang mendukung aksi solidaritas ini silakan mengcopy dan atau memasangnya pada walpaper anda. Desain menggunakan program "Macromedia Freehand MX".
Seperti biasanya saran dan kritik saya buka selebar-lebarnya. Matur nuwun













- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact