Gagal itu kesuksesan yang Tertunda. Kalimat ini seringkali terucap dari teman yang memberikan empati kala kita belum berhasil dalam melakukan sesuatu. Kepada semua yang memberikan dukungan saya ucapkan banyak terima kasih.
Daftar gagal yang pernah saya lakukan sudah cukup banyak dibanding daftar sukses yang diraih. Sebanyak-banyaknya gagal tapi tetap mencoba tentu lebih baik daripada mundur dan tidak pernah mencoba. Si Fulan --yang juga berprofesi desainer--meyakinkan saya tentang ini. Ada yang tidak sepakat? Karena bisa saja ketika kita gagal detik ini maka di kesempatan selanjutnya kita akan berhasil. Tentunya dengan belajar dari kesalahan sebelumnya.
Maka saya tidak heran jika ada orang yang begitu semangat menjalani hidupnya dari hari ke hari, begitu semangat belajar mengenal sesuatu yang baru bahkan menantang dirinya yang sudah jelas di luar kemampuannya. Ini terjadi lantaran mereka terpacu demi meraih sesuatu.
Prinsip bekerja keras seakan-akan hidup selamanya dan beribadah khusyuk seakan-akan besok akan mati kalau kita pegang kiranya akan mampu mengimbangi ritme hidup seseorang. Saya sedang mencoba. Tahu bahwa ini tidak mudah. Tapi terus dicoba. Lebih baik dicoba daripada tidak melakukan sama sekali.
Showing posts with label Desainer. Show all posts
Showing posts with label Desainer. Show all posts
Hello, on this occasion I'll talk about how to create a signature in yahoo latest edition. I made this post because yesterday I got confused and looking for a tutorial and I don't find it on google.
Ok, let's start it. First, please sign in to your yahoo.
Second, click on the settings as shown in the following figure
To view we just created signature let's check on our email. Good luck!! Easy isn't it?
Ok, let's start it. First, please sign in to your yahoo.
Third, click the pop-up window on the tab writing this email. At the
bottom right, select a signature on a dropdown. Fill in signatures your
want then click save.
Semua orang yang punya baju pasti ingin ganti baju. Selain karena bosan dengan baju itu-itu aja juga karena faktor kebersihan badan. Barangkali ini filosofi dari web gantibaju.com ya. Web yang sudah berumur beberapa tahun ini isinya sengaja tidak menjual semua jenis baju tapi mengkhususkan diri untuk jualan kaos hasil desain peserta kontes di web mereka.
Dalam setiap kontes yang digelar, ratusan desain masuk. Alhasil juri dibuat kalang kabut. Semakin besar hadiah yang diberikan semakin banyak kontestan (baca: peserta lomba). Biasanya demikian. Dari sisi teknis, desain yang dibuat kontestan juga cukup beragam sehingga dari desainer muncul dengan ciri khasnya masing-masing.
Satu desain saya yang masuk dan mengisi etalase gantibaju.com dan Anda juga bisa membelinya dengan cara klik di sini. Bahan adem dan sablonan rapi. Bohong dosa hehe
Dalam setiap kontes yang digelar, ratusan desain masuk. Alhasil juri dibuat kalang kabut. Semakin besar hadiah yang diberikan semakin banyak kontestan (baca: peserta lomba). Biasanya demikian. Dari sisi teknis, desain yang dibuat kontestan juga cukup beragam sehingga dari desainer muncul dengan ciri khasnya masing-masing.
Satu desain saya yang masuk dan mengisi etalase gantibaju.com dan Anda juga bisa membelinya dengan cara klik di sini. Bahan adem dan sablonan rapi. Bohong dosa hehe
Desainer,
Info,
Microstock,
Program
3
blogger komat-kamit
Gratis download image hi-res dari Dreamstime
Bagaimana cara download gambar ukuran besar gratis dari microstock Dreamstime? berikut ini langkah mudahnya:
1. Sign in ke Dreamstime. Jika belum punya akunnya maka Anda harus daftar dulu. Gratis! Lokasi pendaftaran di kanan atas
2. Cari image yang akan didownload melalui search engine. Sebagai contoh saya menuliskan kata "Indonesia" maka muncul hasil 35.396 images.
3. Klik image yang hendak didownload. Sebagai contoh saya klik image "Bromo Indonesia".
4. Klik tombol "Comp Image" di bawah foto. Maka akan muncul pop up window.
5. Klik kanan dan "Save Image As..." atau langsung saja drag ke aplikasi pengedit foto (dengan catatan browser Anda mengijinkannya).
Gambar ukuran besar tersebut masih ada watermarknya. Dreamstime sengaja melindunginya supaya tidak disalahgunakan. Lalu gunanya apa image hi-res tapi ada watermark? Image ini bisa digunakan untuk preview ke desain sebelum Anda memutuskan untuk membelinya. Anda bisa menempelkannya misalnya pada desain brosur atau pada layout Anda. Jika gambar kurang pas maka Anda tidak akan rugi karena foto tersebut didapatkan secara gratis.
Sebagai informasi tambahan; semakin tinggi level image maka semakin besar kredit yang Anda butuhkan. Artinya misalnya jika Anda telah membayar ke Dreamstime dan mengambil paket semisal dalam sehari hanya mendapatkan jatah download image hanya sebanyak 20 kredit sedangkan per foto nilainya adalah 5 level maka Anda hanya akan mendapatkan empat foto saja.
Semoga informasi ini berguna buat kita semua. Khususnya bagi desainer yang sering membutuhkan foto hires dan sering hunting di microstock.
1. Sign in ke Dreamstime. Jika belum punya akunnya maka Anda harus daftar dulu. Gratis! Lokasi pendaftaran di kanan atas
2. Cari image yang akan didownload melalui search engine. Sebagai contoh saya menuliskan kata "Indonesia" maka muncul hasil 35.396 images.
3. Klik image yang hendak didownload. Sebagai contoh saya klik image "Bromo Indonesia".
4. Klik tombol "Comp Image" di bawah foto. Maka akan muncul pop up window.
5. Klik kanan dan "Save Image As..." atau langsung saja drag ke aplikasi pengedit foto (dengan catatan browser Anda mengijinkannya).
Gambar ukuran besar tersebut masih ada watermarknya. Dreamstime sengaja melindunginya supaya tidak disalahgunakan. Lalu gunanya apa image hi-res tapi ada watermark? Image ini bisa digunakan untuk preview ke desain sebelum Anda memutuskan untuk membelinya. Anda bisa menempelkannya misalnya pada desain brosur atau pada layout Anda. Jika gambar kurang pas maka Anda tidak akan rugi karena foto tersebut didapatkan secara gratis.
Sebagai informasi tambahan; semakin tinggi level image maka semakin besar kredit yang Anda butuhkan. Artinya misalnya jika Anda telah membayar ke Dreamstime dan mengambil paket semisal dalam sehari hanya mendapatkan jatah download image hanya sebanyak 20 kredit sedangkan per foto nilainya adalah 5 level maka Anda hanya akan mendapatkan empat foto saja.
Semoga informasi ini berguna buat kita semua. Khususnya bagi desainer yang sering membutuhkan foto hires dan sering hunting di microstock.
Gambar diambil dari flickr.com
TUGAS seorang desainer grafis tidak hanya merancang desain yang kreatif dan inovatif, tapi juga edukatif.
Apa maksudnya? dalam sebuah eksekusi desain, seorang desainer dituntut mampu mempresentasikan, meyakinkan klien bahwa desain yang telah dibuat itu bagus secara estetika dan fungsinya, komunikatif dan ada nilai-nilai di dalamnya. Barangkali anda menilai "ah, sok filosofis banget sih?!". Tapi itulah realitanya jika kita melihatnya dengan kacamata profesional. Kenapa akhirnya desain itu akhirnya bisa lebih mahal daripada satu sepeda motor bebek atau mobil kijang misalnya. Kenapa sebuah logo bisa berharga ratusan juta rupiah nantinya.
Lalu bagaimana jika kita mengaitkannya dengan rambu lalu lintas di jalanan yang tiap harinya tidak pernah lepas dari pandangan kita itu? rambu-rambu lalu lintas sebagai signage system adalah bagian dari desain grafis. Dia mampu mengkomunikasikan kepada khalayak ramai dengan tanda yang melekat padanya. Ilmu penandaan rambu-rambu ini kemudian golongkan menjadi beberapa warna, yakni merah, kuning, hijau dan biru.
Warna merah untuk tanda larangan (misalnya: dilarang parkir, dilarang berhenti). Warna kuning untuk tanda waspada (contoh: awas tikungan, awas jalan berkelok). Warna hijau tanda penunjuk jalan (contoh: arah pasar senin, jalur lambat sebelah kiri), dan warna biru untuk tanda fasilitas umum (contoh: mushalla, rumah makan).
Namun sayang, rambu-rambu yang berfungsi untuk mengatur ini justru malah dilanggar oleh pengguna jalan. Sebagai contoh misalnya; saya mengamati bahwa setiap jam kerja (baca: pagi hari), di perempatan pramuka, Jakarta Pusat, pelanggaran besar-besaraan dapat kita saksikan. Tampak puluhan pengendara motor menerobos jalan padahal traffic light masih berwarna merah. Mereka tidak menghiraukan kepentingan umum. Kecelakaan itu nomor sekian, yang penting sampai di kantor duluan, mungkin itu yang ada dalam benak mereka.
Bukan karena minimnya jumlah polisi yang bertugas disana, akan tetapi pelanggarnya yang jumlahnya sudah luar biasa. Hal ini akan susah diatasi jika kita tidak memulai sadar dari diri kita sendiri. Itulah awalnya.
Ada satu lagi contoh yang ingin saya tulis disini. Saya pernah menyaksikan sebuah signage system di Jakarta, dimana rambu-rambu justru tertutupi oleh reklame yang secara ukuran memang lebih besar itu. Jadi, gimana mau taat aturan kalau memang peraturan tata ruang kota juga dilanggar. Itulah fenomena di Indonesia.
Jangan kita hanya malu sama orang luar negeri kalau di Indonesia ini masih banyak koruptor--yang tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Kita juga perlu malu kalau di negeri ini pelanggaran sudah menjadi makanan sehari-hari. Tidak hanya di Jakarta saja, tapi dimana-mana.
Kesadaran massal akan dunia visual (baca: rambu-rambu lalu lintas jalan) harus terus kita tumbuhkembangkan. Perubahan secara signifikan bisa tercipta jika kita semua mau berubah.
Tulisan ini saya ikut sertakan dalam lomba menulis blog "Share the Road".
Doakan menang ya..., hehehe...
Doakan menang ya..., hehehe...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ANDA MASIH PEDULI DENGAN NEGERI INI??
IKUT KONTES KOMEN YUK...
IKUT KONTES KOMEN YUK...
BEBERAPA waktu lalu saya mendapatkan award dari seorang kawan atas blog saya. Sebenarnya saya merasa sungkan, karena merasa belum layak mendapatkannya secara saya masih awam di dunia blog. Award tersebut semacam tag—yang harus dilanjutkan ke tujuh orang lagi yang terpilih.
Setelah memperhatikan, dan menimbang akhirnya saya bisa memutuskan juga. Susah sih sebenarnya, karena subjektifitas dan objektifitas nyaris tak ada batas. Award tersebut saya berikan kepada tujuh orang dan salah satunya adalah si Dzofar, atau lebih akrab dipanggil Ndop.
Kalau ditanya sejak kapan saya mengenal blog Ndop saya sudah lupa tepatnya (padahal baru masuk hitungan beberapa bulan). Berdasarkan investigasi kecil-kecilan yang saya lakukan, ternyata blog Ndop sempat bermigrasi dari berbagai tempat. Mulai dari Friendster hingga sekarang yang beralamatkan di ndop.co.cc.
Membaca blog Ndop mengingatkan saya akan hidup kesederhanaan dan kegilaan. Saya agak sulit melukiskan kata-katanya di sini. Entah kenapa. Mungkin saking terpananya, melihat energi Ndop yang keluar dari blognya. Anda boleh protes dan mengatakaan “ah perasaan biasa-biasa aja blognya”, tapi bagi saya blog ini mempunyai nilai lebih. Mungkin karena karakteristik uniknya.
Tahu blog Bena yang ikonnya pake gambar dia sendiri? Blognya si Ndop juga ada lho, bahkan mungkin lebih menarik karena ada puluhan karakter yang dia ciptakan. Dengan wajah dia sendiri tentunya. Permasalahan utama masih sama, yakni “narsis”. Hehehehe…
Beberapa tulisan Ndop sangat menghibur. Gila lagi. Menceritakan kesederhanaan dan kegilaan kehidupan sehari-hari. Saat membacanya, Anda tidak perlu kaget karena bakal menemukan beberapa istilah bahasa Jawa (Nganjuk) yand di mixing dengan bahasa slank Indonesia, plus bahasa serapan “tak karuan”. Ndop banget deh.
Selain menulis tentang catatan hidupnya yang “sederhana”, Ndop juga suka memberikan tips soal desain (grafis). Mulai dari CorelDRAW hingga photoshop. Ini yang membuat saya betah berlama-lama di sana. Sayang, dengan konten yang lumayan bagus ini, loading ke blog Ndop terasa agak lambat koneksinya (pasca dia migrasi ke domain co.cc). Akhirnya, di akhir tulisan ini saya berharap semoga blog Ndop bisa memberikan inspirasi bagi kita semua.
Beberapa desain karya Ndop. Gambar sebelah kanan adalah TikabangetOoT:
Selamat ulang tahun yang ke-25 ya, Ndop!!
Semoga cepat kelar studinya. Kapan nih S2 nya? Hehehe…
Selamat ulang tahun yang ke-25 ya, Ndop!!
Semoga cepat kelar studinya. Kapan nih S2 nya? Hehehe…
Sebagai desainer grafis professional, dalam merancang sebuah karya tentunya harus menyertakan konsep di dalamnya. Konsep yang dibuat harus mempunyai filosofi yang kuat dan dilandasai latar belakang yang jelas. Tentu saja ini bukanlah tugas yang mudah.Desainer grafis tidak hanya sekedar bekerja untuk menciptakan karya yang baik dan menakjubkan, tapi desainer juga dituntut untuk memberikan edukasi kepada khalayak. Edukasi ini juga bukan tugas yang mudah.
Sayang sekali, desainer di negeri ini kurang dihargai sama masyarakatnya sendiri. Padahal jerih payah mereka sudah luar biasa. Saya akan memberikan ilustrasi seperti di bawah ini;
Klien: “Mas tolong saya dibuatkan desain untuk banner website organisasi saya. Kira-kira bisa jadi kapan, mas?
Desainer: “Siap pak! Saya akan mempelajari dulu karakter website Bapak. Jadi, beri saya waktu dulu sampai beberapa hari ke depan”
Klien: Kalo bisa yang bagus ya, Mas. Kira-kira lima hari lagi bisa saya lihat desainnya dan beberapa alternatifnya?
Desainer: Saya usahakan ya, Pak!
Klien: Saya belum ada DP nih, mas. Besok aja ya kalo udah jadi sekalian langsung saya beri.
Desainer: lho kok gitu, Pak? Eee… iya deh!
Beberapa hari kemudian…
Desainer: desainnya sudah jadi, Pak. Saya juga buatkan beberapa alternatifnya.
Klien: Lho kok cuma gini? Mas nggak niat ya mengerjakannya?
Desainer: (diam, kesal karena tidak dihargai karyanya).
Klien: Ya sudah, saya pilih yang ini saja. Nanti saya minta yang kualitasnya hi-res ya? Oya, Mas saya kasi segini dulu ya. Maaf sebelumnya. Dari kantor belum cair nih jadi pake uang saya aja dulu.
Dasar klien yang aneh, sudah cerewet, suka nyuruh kerja cepat, menghina, ngasi bayaran nggak full lagi. Kasian banget. Tapi kenyataan pahit inilah yang sering diterima oleh desainer grafis di negeri ini.
Hukum alam mengatakan, jika kita ingin dihargai, maka kita harus bisa menghargai orang lain. Jangan serius mengatakan “Saya buatkan desain, tapi gratis”, karena ini sangat memalukan dan menurunkan citra diri kita sendiri.
Mari kita bermain secara professional….
(Jatuh cinta, sama kakak kelas. Sudah baca, ayo dibalas)
Tentang gambar:
Dibuat dengan Freehand.
Dilarang mengcopy kecuali mencantumkan sumber asli
Dibuat dengan Freehand.
Dilarang mengcopy kecuali mencantumkan sumber asli
"Jangan galak-galak dunk!! hus-hus!!! sana pergi". Saya orangnya benci banget sama anjing. Selain takut, anjing juga ngga enak diliat, kecuali Pluto, anjing si Mickey dalam komik donald bebek.Gimana dengan anjing Scooby Doo? saya nggak tertarik sama sekali karena secara visual cukup realis dan mengerikan. Liat ukuran anjing segitu saya sudah emoh, takut ngebayanginnya, apalagi dijilat nantinya. Hiiii... *kabuurr*
"Anjing bener tuh orang". Nah, yang ini saya juga nggak suka. Ngatain orang sembarangan. Kenapa kata "anjing" nggak diganti dengan yang lain aja. Misalnya, "dasar ketimun!!, diajak ngomong dari tadi nggak nyambung-nyambung!!". Postingan saya tentang umpatan bisa diliat di sini.
OKE, sekarang saya akan membahas gambar di atas. Konsep gambar di atas sudah cukup bagus. Hemat saya, sang ilustrator berhasil memadukan antara gambar 2D dengan 3D. Jelas ini cukup eye catching sebagai sebuah karya kreatif.
SAMA halnya ketika kita mengamati sebuah reklame yang menggabungkan seni grafis dengan benda 3D. Misalnya sebuah baliho iklan ban mobil, lalu disana ada gambar iklan dan dipajang ban mobil beneran tentu akan lebih menarik hasilnya.
PERNAH saya menyaksikan sebuah iklan sepatu (kalo nggak salah). Kejadian ini kebetulan ada di Jepang, di atas langit yang tinggi di sana ada dua orang main bola beneran. Dua orang itu tergantung dengan tali pengaman sambil mengumpan bola ke lawan. Gokil banget dah. Kontan aja orang di bawah pada liat ke atas. Mereka yang bawa kamera juga tidak tahan ingin mengabadikan momen kreatif ini. Silakan dilacak di Youtobe barangkali ada.
NAH, bagaimana dengan Indonesia? karya kreatif nan berkualitas sebenarnya sudah banyak. Bahkan beberapanya pernah mendapat penghargaan/nominasi tingkat dunia. Tinggal dikembangkan saja, tinggal ditularkan kepada penerusnya yang masih awam. Dari tulisan ini, saya berharap semoga saya pribadi, dan pekerja kreatif yang lain tidak pelit untuk berbagi ilmu kepada yang lain. Karena semakin banyak yang kita bagi, akan semakin banyak pula yang kita terima. Believe it!!
Keterangan:
Gambar/ilustrasi di atas diambil dari internet
Gambar/ilustrasi di atas diambil dari internet

SEBUT saja mawar (bukan nama sebenarnya). Lho kok bisa sih dipanggil mawar? iya, soalnya rambutnya kribo mengembang kayak bunga mawar yang sedang mekar. Mawar adalah kawan saya ketika masih di UKPM (Unit Kegiatan Pers Mahasiswa) "Civitas" Unmer Malang dulu. Hobinya main gitar, corat-coret pake corel, teriak dan jingkrak-jingkrak sambil nyetel musik jadul atau hawai, dan juga hobi tidur. Komplit dah. Oh mawar dimanakah dirimu sekarang?
KALO nggak ada mawar rasanya CIVITAS jadi sepi banget. Ruangan sekretariat jadi--keliatan--rapi dan tidak berantakan lagi (konon, kalo rapi justru bukan disebut sekretariat). Masihkan dirimu di kampus sana? gimana skripsimu sekarang. Atau justru dirimu sibuk menyiapkan karya buat pameran di dunia maya?
DISKUSI lagi yuk. Diskusi yang santai tapi menarik. Ajari aku main gitar, ntar kuajarkan kamu cara makan yang benar. Huhuhu...
MAWAR..., kalo kamu baca tulisan ini segera balas ya. Saya belum sempat berkunjung ke Malang. Ntar kalo main kesana semoga kita bisa makan bareng lagi. Sebungkus dimakan rame-rame. Hiks, jadi terharu nih.
Tentang Gambar:
Gambar di atas saya buat sekitar tahun 2005-2006 dengan program CorelDRAW dan Adobe Photoshop (sebagian background menggunakan corel painter kalo nggak salah). Kebetulan gambar ini saya simpen di friendster saya--yang jarang kebuka itu. Mawar sebelah kiri dan saya sebelah kanan.

Sekitar tahun 2000-an saya mengenal Freehand saat masih sekolah di SMSR (SMKN 11) Surabaya. Tiba-tiba saja saya jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Kalo nggak salah saat itu masih Freehand versi 7 (sekarang versi MX). Saya diajari bagaimana cara membuat sebuah logo secara computerized. Tugas menggambar logo “perumahan” yang kemarin saya buat secara manual sekarang tinggal diaplikasikan. Gitu kali maksud guru saya.
Saya juga belum kenal apa itu mesin scan, alhasil proses pengerjaan menjadi lama karena saya harus mengukur langsung ukuran panjang dan lebar yang ada di kertas gambar dengan penggaris. Belum lagi karena komputernya yang bulukan dan suka error, padahal muridnya banyak banget yang ngantri. Teman-teman yang tidak sabar kontan saja emosi dan nggak mood sama pelajaran ini, orang desain yang sudah dibuat belum disave. Saya yang kebablasan rajin malah tiap hari pinginnya main mlulu sembari curi ilmu.
Dunia desain semakin merasuki saya (kayak kesetanan aja yak!!). Freehand yang baru sekitar setahun lalu saya cintai itu terpaksa harus saya selingkuhi. Maklum, ada yang lebih cantik lagi sih. Namanya CorelDRAW. Saya kenalan dengannya ketika melanjutkan studi di Jogja (tahun 2001). Beberapa fitur menarik saya temukan di Corel. Kemudahan untuk mengaplikasikan gambar serta tampilan yang menarik membuat saya enggan untuk meninggalkannya. Oya, pada tahu blom?? Jika kita ngomong kuantitas nih, desainer Jogja atau Surabaya lebih mengidolakan Corel ketimbang Freehand lho. Sementara desainer yang ada di Jakarta bersikukuh dengan Freehandnya.
Setelah saya mengenal internet, pikiran saya menjadi terbuka. Saya akhirnya tahu kalo desainer di belahan dunia sana ternyata banyak yang memakai Freehand dan Adobe Illustrator. Nah lho, makhluk apalagi tuh? Mereka bilang dengan software Adobe Illustrator kita bisa menciptakan karya grafis yang nyaris sempurna. Pada software ini kita bisa menemukan banyak tools canggih yang tidak ada pada dua software grafis yang lainnya. Bingung kan mau pilih yang mana?! Belajar ama yang satu aja belum tuntas eh ada yang lain lagi. Yang jelas kalo pake Illustrator beban memori komputer kita jadi rada berat.
Dari sini saya bisa mengambil kesimpulan bahwa seorang desainer wajib menguasai banyak aplikasi/program. Tidak bisa kita mencintai salah satu lalu meninggalkan kekasih yang pernah kita cintai. Sebagai pekerja grafis yang wanna be profesional saya mencoba untuk terbuka diberikan kritikan dan masukan. Karena jika anti kritik, saya akan tetap stagnan alias tidak bisa berkembang.
Subscribe to:
Posts (Atom)








- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact