Bencana Kaum Papa


Bagi kaum papa, terserang penyakit adalah sebuah bencana. Pasalnya biaya berobat tidak mudah didapat. Gaji yang pas-pasan jelas tidak cukup untuk menebus resep yang diberikan dokter.

Sebuah koran di Jakarta menayangkan seorang ibu dengan penyakit kanker payudaranya. Penyakit yang bersarang di dadanya itu dengan vulgar ditampilkan begitu saja. Bagi saya hal itu cukup mengerikan--dan juga kasihan mental si korban (kecuali ini permintaan). Dengan cara ini saya yakin pembaca yang kasihan akan menyisihkan sedikit uang untuk kemudian disumbangkan.

Sebuah cara ala media untuk memberikan perhatian kemanusiaan dengan harapan ada uluran tangan, tapi kenapa harus demikian? tanpa disensor sama sekali, can you believe it?

Kalau di koran tempat saya bekerja hal demikian tidak boleh ditampilkan, karena image koran justru akan turun. Seperti halnya pembunuhan (baca: mutilasi), ilustrasi yang digambarkan tentunya tidak akan sevulgar seperti yang telah terjadi. Ilustrasi bisa diwakili dengan gambar anatomi manusia yang kemudian diberi garis putus-putus. Itu saja sudah cukup mewakili.

Saya kemudian mencoba membuat ilustrasi; seorang ibu mengeluh karena anaknya yang sakit tidak kunjung sembuh. Biaya berobat sudah tidak ada lagi. Meskipun ini sudah jadi dan diterbitkan, tapi masih ada kekurangan jika kita teliti mengamatinya. Apa itu??

17 blogger komat-kamit:

hanggadamai said...

itu sebelum bbm naik ya mas??
gimana kalo bbm udah naik ya?? :(

wennyaulia said...

kurang apa ya?
kurang nampak papa kah?

nita said...

hidung ibunya mana? mulut si ibu kayak paruh burung...kekekekek

Anang said...

kasihan memang rakyat golongan bawah. belum selesai timpukan harga2 kebutuhan pokok yg naik, sebentar lg akan diganjar dg kenaikan harga bbm.. duh gusti urip tansaya rekasa

rizky said...

aDuuuhhhhh, Miris sekali ya kalo aQ denger cerita2 yang kayak gini???

Gak tega aQ untuk mendengarkannya, dan aQ hanya bisa membantu dengan do'a!!!

C.K.VOON (Xiao Qiang) said...

Thanks for your comment. And your drawing skill also great.

ToimToim said...

mangkanya ada ungkapan di zaman skrg, org miskin dilarang sekolah apalagi sakit... :(

nothing said...

bbm mundak, negoro asyuuuu

pudi-interisti said...

Negara ini kayaknya tinggal menunggu waktu aja buat runtuh. Gimana kalau dilelang aja. Truz yang menang Inggris. asyik...bisa lihat liga Inggris di Indonesia. Jangan lupa namanya diganti dengan Englandonesia.

~ tc ~ said...

huhuhu jadi sedih sendiri..
tp herannya kenapa yang kaya makin kaya..yang miskin semakin terinjak..??
dan yang kaya selalu aja serakah, seakan segala simpanan hartanya itu gak cukup. kenapa selalu melihat keatas??? ga pernah ada puasnya??
hhh..prihatin sama diri sendiri.. yang gak pernah merasa puas dengan kenikmatan yang udah Allah kasih..
:(

theloebizz said...

itu dia yg paling bikin miris hati....
rasanya ingin menolong..
tp bagaimana?? :)

antown said...

sayang warna baju si ibu terlalu nge-jreng. kesannya seperti ibu yang punya banyak duit

Rezki said...

ckckck.kasihan amat yah.gak disensor..

Raffaell said...

Mungkin strategi Indonesia dengan menghabiskan kaum bawah, dibikin mate pelan pelan... begitu

Adieska said...

Makin keren aja nih hasil ilustrasinya. Selain baju si ibu yang terlalu ngejreng, ada lagi, backgroundnya. Kalo bisa ada apotek atau sejenisnya gitu.

Mau BBM jadi naik atau nggak ngaruh lah. Capek ngebahas soal ini. Toh lebih banyak masyarakat yang nggak peduli daripada yang peduli. APATIS

juliach said...

Ibu yg sedang mengekspose teteknya yg kena kanker itu bagus sekali. Biar semua mata terbuka!

Kalo itu kenak sensor, ya keterlaluan banget yang nyensor itu!!!

dee said...

nice pic.. jangan menunjukkan gambar kekerasan secara vulgar.. serem euy..

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda. Terima kasih.

 
;