37 blogger komat-kamit

Computer Baby


Apa yang terjadi jika seseorang jatuh cinta pada komputer atau dunia maya? apa yang terjadi setelah orang itu menikah lalu punya anak? Apakah nasibnya seperti pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya"?

Saya sempat mengingat beberapa istilah yang kerap saya temui di dunia komputer dan desain. Seumpama istilah itu saya padu-padankan dengan nama anak, maka jadinya akan seperti di bawah ini:

Spasi Ratnasari
Mouserifah
Format Ramadhany
Ananda Savety
Scan karomi
Enter Firdaus
Aceruddin
Giga Mulyani
Wahid Arial
Khoiruddata
Tiffany Ryanti
Junet Abdillah
Weber Kusuma

Hehehehe....., untung bapak ibu saya nggak kasi nama saya seperti di atas. Tapi tapi tapi..., bagus nggak sih?

Gambar diambil dari: www.pdg4kids.com
20 blogger komat-kamit

Crocodile Gak Adil

Dapatkah anda menjelaskan mengapa si monyet menolong burung kecil dari buaya, si pemangsa? Apakah monyet terlanjur sayang sama si burung ataukah monyet ingin membalas jasa karena ia pernah ditolongnya? Jawabannya, mungkin monyet menolong burung itu karena dia merasa bersyukur nasibnya lebih beruntung. Lihat saja dia sudah mendapatkan banyak pisang dari hutan. Kenapa dia musti menolong binatang lain kalau tidak karena merasa kasihan melihat jiwa yang terancam.

Berkaca dari ilustrasi di atas, kadang kita suka lupa dengan niat kita. Masak mau menolong orang saja masih pake menunggu waktu. Saya pernah menemukan tulisan besar yang dipajang di depan toko atau ruko. Bunyinya “dilarang mengamen atau mengemis selain hari Jumat”. Hmmm, haruskah seperti itu?

Buat si buaya, saya ingin mengucapkan “selamat berpuasa”. Jangan rakus dong!! Si burung 'kan ingin membersihkan mulutmu dari sisa-sisa makanan supaya kamu tidak sakit gigi gitu. Tapi kenapa kamu masih berbuat jahat? Dasar buaya darat!!


Tentang Gambar:
Media: Kertas, Pensil Warna
Ukuran: -
Tahun: 2008
Teknik : Hand Drawing

(Gambar ini saya persembahkan buat Mas Anang dan Dee Stiletto)
22 blogger komat-kamit

Cita-cita Semu


Jakarta. Apa yang hendak saya singgung soal Jakarta. Jakarta itu kotor dan berpolusi. Jakarta itu liar, seperti hutan. Jakarta itu mewah bak istana. Jakarta itu pusat, seperti pusar pada tubuh manusia. Jakarta itu pujian serta cacian. Jakarta itu Ibukota Indonesia. Mo..no..po..li..

Malang. Kota yang dulunya dingin dan sejuk. Malang tempat saya belajar berdiskusi dan berkoar-koar di depan gedung Dewan. Malang banyak berdiri ruko dan distro. Malang dihuni banyak kaum muslim. Malang kota besar sekaligus kota pendidikan terbesar setelah Surabaya di Jawa Timur. Malang masih kota yang saya rindukan hingga kini.

Tentu saja, sebagai pendatang baru di Jakarta saya juga sempat mengalami shock culture. Bisa dibayangkan, wong kampong(an) dari Malang yang menginjakkan kaki di kota besar. Kehidupan multikultural dan benturan peradaban yang kemudian menjadi makanan saya sehari-hari. Kerinduan akan udara bersih dan lingkungan asri yang kerap menghantui saya di akhir pekan—dimana saya pada hari itu justru tidak dapat jatah libur kerja.

Saya kini menjadi orang media. Dunia dimana hari minggu tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Saya tidak pernah menduga kalo Tuhan mendesain garis kehidupan saya seperti ini. Sungguh kuasa ada di “’tangan”-Nya.

Saat saya masih bocah—dengan pikiran yang tentunya masih polos itu—saya menginterpretasikan Jakarta adalah segudang mimpi, tempat dimana si kaya berkumpul menjadi satu. Dimana orang harus bersepatu kinclong (bagus) kalo mau keluar rumah. Maklum, terpaan arus informasi saat itu tidak sedahsyat yang kita rasakan sekarang.

Dalam konsep Jakarta yang saya kenal saat ini, tentunya tidak pantas disebut Ibukota jika tidak ada kesenjangan sosial atau kriminalitas didalamnya (kok saya tiba-tiba teringat Gotham City pada film Batman sih). Masih banyak hal yang harus dipelajari sebelum kita meyakinkan diri dan beralih KTP menjadi warga Ibukota.

Jakarta yang menjadi sarangnya segala hal—yang berbau duniawi sekaligus ukhrawi tentu saja—mengiming-imingi mereka, calon pendatang baru yang ingin mengadu nasib. Sayang, rasanya mencapai tujuan hidup yang idealitas, cita-cita berkipas uang kertas sepertinya bukan kalimat yang pas. Di tengah-tengah bayangan semu yang menghantui setiap waktu.


Mereka yang mampu bertahan dan bisa membaca peluang adalah pemenangnya. Karena ratusan otak pintar diproduksi tiap hari, termasuk para pakar atau jago gambar juga demikian. Saling berkompetisi demi menggapai cita-citanya. Benarkah Jakarta sudah seperti ini? Kalo sudah Jakarta selanjutnya mana lagi?


(Cacian, makian, pujian atau dukungan terhadap Jakarta saya persilakan. Tapi demi kebaikan bersama, solusi cantik atau pencerahan sebaiknya disertakan juga)

Gambar
diolah dengan adobe photoshop. Diambil dari:
http://www.indonesia-tourism.com/jakarta/map/jakarta-800.gif, http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/ce/Monas_view_from_Gambir_station.JPG

19 blogger komat-kamit

Changing of Makna



Polisi tidur” adalah sebuah istilah saja. Polisi tidur berbentuk sebuah gundukan di tengah jalan yang fungsinya untuk menghambat laju kendaraan supaya tidak terlalu kencang larinya. Polisi tidur mudah kita temukan di tengah kampung, maklum karena di kampung suka ada oknum yang ugal-ugalan kalo ngendarai kendaraan bermotornya. Sebenarnya dia pingin pamer aja kalo motornya bagus. Hehehe, Piss...

Saya pernah menemukan dua buah ilustrasi yang menggambarkan polisi tidur dimana polisi tidur tersebut digambarkan tidak umum—tapi bagus secara visual. Pertama karya Adimboy, selanjutya karya Arif Hidayat, rekan kerja saya. Masak polisi tidur digambarkan sedang tidur beneran di tengah jalan? kontan saja saya tertawa lepas. Hahaha...

Terinspirasi dari gambar tersebut, kali ini saya mencoba membuat ilustrasi “kopi darat” (gathering) secara tidak umum juga. "Kopi darat" yang dalam kamus saya adalah sebuah ajang pertemuan dimana orang yang baru mengenal di dunia maya akhirnya bisa saling bertemu di lokasi yang mereka tentukan bersama ternyata tidak saya gambarkan seperti itu. Di sini saya menggambarkan ada dua orang (orangan) yang sedang duduk dalam sebuah cangkir kopi berukuran raksasa. Ya! Inilah kopi darat versi saya.

Anda punya istilah lain yang lebih konyol untuk kita tertawakan bersama?

Tentang Gambar:
Media: Kertas, Cat air, Drawing Pen
Ukuran: -
Tahun: 2008
Teknik : Hand Drawing
56 blogger komat-kamit

Comment Contest



Gambar di atas hanya contoh (diambil dari internet)

Graffiti adalah sebuah simbol pemberontakan melalui gambar atau tulisan. Graffiti juga digolongkan sebagai karya seni (rupa) yang kemudian disebut dengan istilah urban art. Alhasil, sebuah kawasan di Melbourne-Australia disulap menjadi kawasan yang terkenal dengan seni graffitinya. Wisatawan pun akhirnya bisa terpuaskan setelah jalan-jalan kesana.

Anda tertarik dibuatkan graffiti? yuk Ikut kontes saya lagi. Kali ini saya mau mengadakan "kontes komen pedas". Caranya gampang, berikan komentar atau kritikan singkat yang paling pedas tentang blog saya (dari sudut pandang anda sendiri). Sejujur-jujurnya, dan sepedas-pedasnya. Dijamin komentar yang paling garing tidak akan masuk nominasi. Hehehe (Maapin yaa). Komentar harus obyektif-konstuktif.

Oya, bagi anda yang baru pertama kali berkunjung ke blog ini boleh deh liat-liat dulu postingan sebelumnya.

Dari dua puluh pengirim pertama akan saya pilih satu komen terbaik dan berhak mendapatkan ilustrasi graffiti berformat JPEG (high resolution). Lumayan bisa untuk wallpaper, banner atau stiker. Tuliskan subjek "graffiti" lalu satu kata yang ingin anda graffitikan (misalnya nama panggilan anda, boy/girlfriend anda, anak anda, kucing anda, dsb).

Kirimkan komentar anda ke usman_yulianto@yahoo.com paling lambat selasa, 24 Juni 2008 pukul 17.00 teng.

Contoh pengiriman email:
from: xxxxxxxxxx@gmail.com
Subject: Graffiti-"tulis satu kata yang mau digraffitikan"
Komen: Mas Antown blognya kalo bisa diganti warna backgroundnya, soalnya kalo warnanya putih mata saya bisa sakit. Ganti pink aja yaaaa...., pasti lebih menarik
17 blogger komat-kamit

Capeknya Nunggu Kereta

Petugas berseragam biru tua (bertuliskan PKD di helmnya)

Calon penumpang tiduran sembari menunggu kereta datang

Suasana calon penumpang di Stasiun Gambir

Siang itu saya hendak mengantarkan seorang sahabat yang hendak pergi ke Malang dengan naik kereta. Nomor telpon Stasiun Gambir yang kita miliki susah dihubungi, padahal kita pingin tahu jadwal pemberangkatan. Akhirnya kami memutuskan--nekat--langsung kesana. Saya nganter temen sekalian berangkat kerja. Gitu ceritanya.

Sesampainya disana, kita langsung menuju loket dan ngecek jadwal pemberangkatan. "Ealah!! berangkatnya jam setengah enam, Ton!! ya sudah ayo kita ngopi dulu". "Yuuk, jawabku spontan".

Kita cari warung yang nyaman, yang pas buat santai-santai. Soalnya masih ada waktu sekitar lima jam lagi. Nah lho!! ngapain enaknya nih? Di warung itu sahabat saya pesan kopi dan mie rebus, saya cuma pesan susu anget. Gluk...gluk...gluk. Alhamdulillah... segar

Usai menghabiskan beberapa jam--sembari baca koran--disana, kami balik lagi ke loket. Saya memandangi Stasiun Gambir kok rame banget ya hari ini. Apa karena ini weekend? orang pada bepergian gitu? Gimana kalo lebaran nanti, gumam saya. Suasananya nggak bisa dibayangkan pastinya.

Bersama sahabat, kami duduk di beralaskan sandal. Tapi kami bukan gelandangan. Buktinya banyak orang yang nasibnya seperti kami, tidak duduk di tempat duduk (karena emang tidak ada tempat duduk). Untuk mengusir kebosanan saya keluarkan MP3 player dari tas saya. Berikutnya lagi saya keluarkan sebuah spidol dan kertas. Corat-coret situasi disana dan inilah hasilnya.
12 blogger komat-kamit

Corelman


Sekitar tahun 2000-an saya mengenal Freehand saat masih sekolah di SMSR (SMKN 11) Surabaya. Tiba-tiba saja saya jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Kalo nggak salah saat itu masih Freehand versi 7 (sekarang versi MX). Saya diajari bagaimana cara membuat sebuah logo secara computerized. Tugas menggambar logo “perumahan” yang kemarin saya buat secara manual sekarang tinggal diaplikasikan. Gitu kali maksud guru saya.

Saya juga belum kenal apa itu mesin scan, alhasil proses pengerjaan menjadi lama karena saya harus mengukur langsung ukuran panjang dan lebar yang ada di kertas gambar dengan penggaris. Belum lagi karena komputernya yang bulukan dan suka error, padahal muridnya banyak banget yang ngantri. Teman-teman yang tidak sabar kontan saja emosi dan nggak mood sama pelajaran ini, orang desain yang sudah dibuat belum disave. Saya yang kebablasan rajin malah tiap hari pinginnya main mlulu sembari curi ilmu.

Dunia desain semakin merasuki saya (kayak kesetanan aja yak!!). Freehand yang baru sekitar setahun lalu saya cintai itu terpaksa harus saya selingkuhi. Maklum, ada yang lebih cantik lagi sih. Namanya CorelDRAW. Saya kenalan dengannya ketika melanjutkan studi di Jogja (tahun 2001). Beberapa fitur menarik saya temukan di Corel. Kemudahan untuk mengaplikasikan gambar serta tampilan yang menarik membuat saya enggan untuk meninggalkannya. Oya, pada tahu blom?? Jika kita ngomong kuantitas nih, desainer Jogja atau Surabaya lebih mengidolakan Corel ketimbang Freehand lho. Sementara desainer yang ada di Jakarta bersikukuh dengan Freehandnya.

Setelah saya mengenal internet, pikiran saya menjadi terbuka. Saya akhirnya tahu kalo desainer di belahan dunia sana ternyata banyak yang memakai Freehand dan Adobe Illustrator. Nah lho, makhluk apalagi tuh? Mereka bilang dengan software Adobe Illustrator kita bisa menciptakan karya grafis yang nyaris sempurna. Pada software ini kita bisa menemukan banyak tools canggih yang tidak ada pada dua software grafis yang lainnya. Bingung kan mau pilih yang mana?! Belajar ama yang satu aja belum tuntas eh ada yang lain lagi. Yang jelas kalo pake Illustrator beban memori komputer kita jadi rada berat.

Dari sini saya bisa mengambil kesimpulan bahwa seorang desainer wajib menguasai banyak aplikasi/program. Tidak bisa kita mencintai salah satu lalu meninggalkan kekasih yang pernah kita cintai. Sebagai pekerja grafis yang wanna be profesional saya mencoba untuk terbuka diberikan kritikan dan masukan. Karena jika anti kritik, saya akan tetap stagnan alias tidak bisa berkembang.
42 blogger komat-kamit

Cukup Pisang Kok Bisa?




Waktu saya masih kecil, setiap kali mau minum obat harus digerus (baca: dilembutkan dengan sendok dengan cara ditekan) dulu. Soalnya kalo nggak gitu pasti nyangkut. Obat favorit saya kala itu kalo nggak sirup ya puyer. Menginjak dewasa, cara minum obatnya sudah beda lagi. Tablet/kapsul yang ukurannya gede itu saya pecah bagi dua, sekiranya bisa masuk kerongkonganlah. Obatnya dimasukkan dulu, baru deh minum air. Gluk.. gluk.. gluk..

Kalo Ibu saya beda lagi cara minum obatnya. Biasanya kalo nggak pake bantuan nasi, ya pake pisang. Pake air putih malah nggak bisa masuk tuh obat. Heran deh! obat kok dicampur sama pisang. Saya pernah menirunya tapi malah nggak masuk-masuk. Hehehe. (Semoga Ibu saya nggak tersedak gara-gara saya nulis tentang beliau di sini)

Tentang Gambar
Gambar di atas sepenuhnya menggunakan Adobe Photoshop. Tahap pertama, saya membuat sketsanya dengan bantuan mouse tablet. Kedua, diberikan sedikit volume dengan warna gelap terang. Ketiga, dihaluskan pada bagian-bagian tertentu. Keempat, diberikan tekstur kulit pisang dan bayangan di bawahnya. Dan terakhir, saya beri gradasi warna yang senada dengan warna pisang.

Menarik bukan? pingin tau gambar yang lebih detail? Silakan klik sekali gambar pisang paling bawah. Untuk pemesanan ilustrasi khusus, silakan anda tulis sebuah email lalu kirimkan pada saya.
16 blogger komat-kamit

Contoh Desain Kaos







Saya pernah coba investigasi kecil-kecilan, soal desain kaos distro (yang sebagian kecil) tidak ada maknanya sama sekali--kecuali mengutamakan estetika/ keindahannya itu. Saya nanya beberapa orang pemakainya dan merekapun tidak tahu apa artinya tulisan atau gambarnya. Bagi mereka selama itu bagus, why not?? Memang, secara art dia punya nilai lebih dibanding kaos yang dijual secara partai. Pantas saja harganya agak mahal.

Kalo saya buat kaos dengan tulisan "antownholic" tentunya sah-sah aja karena emang nggak ada yang ngelarang. Narsis mungkin iya, tapi ini namanya percaya diri. Pertanyaan kemudian, apakah kaos yang ada tulisannya "Antownholic" bakal laku? Ah... saya tidak bisa menjawabnya. Saya lebih tertarik untuk membuat desain kaos untuk pesta bloger yang akan dilaksanakan pertengahan oktober 2008--karena secara otak bisnis ini lebih menjual. Gimana ya saya mempromosikannya??

Ini saya ada beberapa desain yang saya buat beberapa hari yang lalu saat ada waktu luang. Saya membuatnya dua hari. Dua hari empat desain, hahaha. Kalo desain saya jelek katakan, kalo emang lucu tertawakan!!

Makasih atas masukannya yaa...
15 blogger komat-kamit

Cobain Kopdar Ah...





Kebersamaan dan keakraban jarang saya dapatkan selama tinggal di Ibukota. Bayangin aja, tiap hari kerjaannya ngejar deadline di depan komputer. Alhamdulillah, hari minggu siang kemarin (15/6), saya dapat kesempatan untuk mengikuti kopi darat alias gathering bersama bloger Jakarta. Yess!! yess!!

Banyak blogger yang rumahnya sering saya kunjungi hadir disana. Beberapa yang saya kenal misalnya ada Ridu, Bena(zio), Blogerbenteng dan Edy Caplang. Turut hadir juga sesepuh blog yaitu Ndoro Kakung. Jumlah yang datang awalnya sih cuma enam orang yang terbagi dua kubu (kayak perang aja yak?!). Dua kubu itu berada di tempat yang berbeda. Maklum, pintu selatan Monas kayaknya masih terlalu luas bagi manusia-manusia kecil kayak kita ini. Jadi, pandangan kita terbatas banget untuk mencari orang yang berbaju putih (dress code yang disepakati). Saya yang ngeyel pak baju hitam jadi keliatan beda banget. Jreeeng!! hohoho. Maklum, baru pulang dari tempat kerja jadi gak sempat ganti baju gitu. Berarti belum mandi dunk?? Hahaha... udah dunk. Tadi pagi kan sempat hujan. Kan sama aja!!? piss

Oya, informasi baru nih, Ndoro kakung adalah orang yang mendapatkan kepercayaan sebagai pelaksana pesta blogger pada pertengahan Oktober 2008 mendatang. Kalo belum kenal beliau, klik aja di sini.

Hmfh!! capek jalan muterin monas dan berpose di depan ribuan kamera. Mana gigi udah kering gara-gara banyak senyum lagi. Pas udah sorean (pukul 16.10WIB) saya pamit undur diri dan sebagian bloger masih mau jalan-jalan ke FKI (bukan FPI). Selain nonton pameran, mungkin mereka akan melanjutkan foto-foto lagi. Bareng Chika tentunya hehehe...

Makasih banyak buat Blogerbenteng yang kemarin udah bagi-bagi kaos dan topi gratis. Moga kita bisa berjumpa kembali yaa. Saya pingin ikut kopdar lagi tanggal 29 Juni besok di Bandung. Sayonaraaa...
49 blogger komat-kamit

Character Design

Il


Pelukis mengekspresikan dirinya melalui lukisan, sedangkan ilustrator mengekspresikan dirinya melalui ilustrasi. Kali ini saya mencoba membuat ilustrasi diri saya sendiri dengan gaya yang sedikit berbeda. Bukan aliran realis yang biasa saya buat dengan pensil 2B atau pensil warna, tapi sekarang saya mencoba menyentuhnya dengan sedikit distorsi di beberapa titik yang saya anggap perlu.

Proses kreatifnya saya mulai dengan membuat background terlebih dahulu. Motif ornamen saya pilih karena saya menyukainya (entah ini kemudian disebut batik atau bukan). Pengerjaannya saya lakukan di Freehand. Ornamen itu kemudian saya buat menjadi sebuah pola (pattern) di photoshop. Saya olah warnanya, selanjutnya diberi efek opacity.

Gambar karakter diri saya yang sudah saya siapkan tinggal diplacing saja. Saya beri efek drop shadow hitam dan outer glow putih dengan blend mode normal. Setelah saya anggap selesai, tinggal di save as for web supaya bisa ditekan ukuran filenya saat diupload ke blog nanti.

Saya berencana membuat ilustrasi dengan gaya seperti ini lagi. Saya hadiahkan khusus untuk blogger yang rajin main ke blog saya. Syaratnya gampang, nggak harus cantik atau ganteng kok. Syarat pertama, sudut pengambilan gambar bagus. Kedua, mempunyai karakter wajah yang kuat. Ketiga, kualitas ukuran file gambar/foto bagus (tidak buram, gelap, atau kotor). Kirimkan foto anda ke email saya di usman_yulianto@yahoo.com paling lambat Senin, 16 Juni 2008 (pukul 17.00 WIB).

Dari beberapa foto yang terkirim akan saya pilih satu yang terbaik dan pas versi saya. Oya, Jangan lupa sertakan keterangan nama panggilan, hobi dan warna favorit anda. Oke, saya tunggu ya. Makasih
44 blogger komat-kamit

Chronology Infographic

i

Apa bedanya istilah "perampokan" dengan "perompakan"? Ada nggak yaaa?? Menurut wikipedia perampokan adalah suatu tindak kriminal di mana sang pelaku perampokan (disebut perampok) mengambil kepemilikan seseorang/sesuatu melalui tindakan kasar dan intimidasi. Karena sering melibatkan kekasaran, perampokan dapat menyebabkan jatuhnya korban.

Sedangkan perompakan, adalah perampokan yang dilakukan di lautan, atau terkadang di pantai. Wuih, lengkap banget definisinya. Tapi kalo perampokan tersebut dilakukan di atas langit misalnya pesawat terbang disebut apa hayo?

Infografis di atas adalah hasil kolaborasi saya dengan Arif Hidayat. Diterbitkan di koran SINDO halaman 1 Jawa Tengah edisi 11 Juni 2008. Klik sekali untuk memperbesar gambar.
21 blogger komat-kamit

Coretan Mouse Tablet



Pernah dengar mouse tablet? mouse tablet terdiri dari sebuah tablet/papan (digital) dan sebuah pena (digital). Dengan alat ini kita bisa langsung membuat gambar sekaligus mewarnai tanpa perlu repot-repot men-scan-nya. Tentu saja untuk menggambar kita bisa menggunakan aplikasi olah gambar, sebut saja Adobe Photoshop.

Selama proses menggambar kita akan dimanjakan dengan fasilitasnya, karena keakuratan mouse tablet lebih tinggi dibanding mouse yang biasa kita pakai sehari-hari. Penggunaan mouse tablet mirip dengan pensil atau pena. Tapi untuk pemula tentu butuh adaptasi terlebih dahulu.

Suatu kali saya mencoba membuat corat-coret menggunakan mouse ini. Mumpung ada fasilitas dari kantor, pikir saya. Maklum, untuk satu set mouse tablet wacom harganya lumayan mahal. Ukuran paling kecil setahu saya sekitar 750 ribu, gedean dikit ada yang 2 juta. Kalo yang saya pake ini lebih besaran lagi ukurannya (seukuran kertas A3 lah). Kata temen-temen sih harganya empat juta. Eitss, itu belum seberapa, karena ada yang harganya mencapai 18 juta. Merknya Pen Tablet DTU-710 Wacom. Tertarik untuk membeli? Hmmm, bisa makan gaji berapa bulan itu ya??

Perkembangan teknologi semakin cepat. Dari yang nggak pernah kenal komputer sekarang sudah pacaran sama komputer. Setidaknya saat ini saya ada kesempatan untuk mencoba mempraktekkan mouse tablet itu. Hehehehe. Seperti biasanya, kritik dan komen saya buka.


Mouse Tablet Wacom
13 blogger komat-kamit

Cermin Diri


Banyak orang pandai menulis tapi tidak bisa ngomong. Banyak orang bisa ngomong tapi tidak bisa menulis. Tidak banyak orang yang bisa menulis dan bisa ngomong.

Banyak orang bisa membuat ilustrasi dan desain tapi tidak mampu presentasi. Banyak orang mampu presentasi tapi tidak bisa membuat ilustrasi dan desain. Hanya sedikit orang yang bisa membuat ilustrasi atau desain dan mampu presentasi.

Tidak penting apa identitas saya. Biarkan orang lain yang menilainya. Satu hal penting bagi saya adalah saya tetap bertekad untuk selalu belajar menjadi yang terbaik.
12 blogger komat-kamit

Caroq Mati?



Apa yang anda bayangkan saat mendapatkan dua kata di atas? Anda langsung membayangkan fenomena kekerasan di Madura? Kalo iya itu wajar, karena kata tersebut identik dengan senjata tajam (sajam) yaitu clurit. Menurut budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, carok adalah sebuah pembelaan harga diri ketika diinjak-injak oleh orang lain, yang berhubungan dengan harta, tahta, dan wanita. Intinya adalah demi kehormatan”.

Tapi bagaimana dengan Caroq dengan kata yang berakhiran huruf "Q"? caroq adalah sebuah komik Bandung yang digagas oleh Ahmad Thoriq. Menurut informasi yang saya dapatkan, komik ini lahir pada tahun 1995 dengan format hitam putih. Baru setahun kemudian komik ini muncul kembali dengan tampilan berwarna alias full colour.

Komik caroq adalah komik yang berkualitas. Banyak komunitas komik atau pegiat komik mengacungkan jempol. Kualitas komik ini hampir setara dengan komik amerika. Maka tidak heran jika alirannya pun juga bergaya amerika banget. Sungguh menakjubkan, sejarah mengatakan caroq pernah dicetak sampai dengan 10.000 eksemplar dan laku keras.

Bagaimana dengan saat ini? ternyata komik caroq menjadi buruan para kolektor komik. Saya pernah berdiskusi dengan seorang teman katanya mereka (para kolektor) rela merogoh koceknya untuk mengganti satu komik caroq. Saking langkanya. Bayangkan coba, betapa berharganya komik caroq dalam sejarah komik nusantara.

Caroq hari ini mungkin telah mati, entah apa penyebabnya. Ratusan atau bahkan ribuan penggemar komik sudah lama menanti dan berharap caroq hidup kembali. Siapa yang bakal meneruskan perjuangan Ahmad Thoriq dkk?

Daging Tumbuh
Daging tumbuh adalah Eko Nugroho. Daging tumbuh adalah kompilasi komik underground fotokopian yang lahir di Jogja dan menyebar ke penjuru Nusantara, bahkan mungkin di sebagian belahan dunia. Daging tumbuh semakin dikenal oleh banyak kalangan saat muncul di pameran komik atau event lainnya.

Meskipun fotokopian, daging tumbuh mempunyai eksistensi yang jelas. Dari jalur teman ke teman daging tumbuh didistribusikan. Secara underground tentunya, karena saat dicetak jumlahnya cuma 200 eksemplar. Selebihnya, silakan dibajak sebanyak-banyaknya.

Satu komik mati, seribu komik bersemi kembali. Bangkit terus komik Indonesia!!

Bahan Bacaan:
http://mkiers.multiply.com/journal/item/12
http://komikazemedia.tripod.com/arsip/02-04-06komiklokal90.htm
http://posmo.wordpress.com/2006/07/21/carok-sarkasme-orang-madura/
http://komikazemedia.tripod.com/arsip/02-06-03-daging_tumbuh.htm
http://komikazemedia.tripod.com/haramjadah/edisi003/jogjacomicscene.htm
http://komikaze99.multiply.com/journal/item/2/THE_DAGING_TUMBUH_THE_MAGIC_OF_PHOTOCOPY
24 blogger komat-kamit

Cewek dan Cowok


Apa bedanya cewek dan cowok selain dari bentuk alat vitalnya? Pertanyaan bodoh bukan?? Tapi mampukan anda menjawabnya secara gamblang dan tidak ambigu--jika yang bertanya adalah seorang bocah berusia dibawah lima tahun (baca: pra sekolah)??

Apakah anda akan menjawabnya secara konstruksi gender? ataukah anda punya pengalaman sendiri yang mungkin bisa dibagi di sini?? Monggo, saya persilakan...

Gambar diambil dari internet
20 blogger komat-kamit

Cari yang Murah Tapi Bagus





Kaos begitu berharga bagi saya. Dia bisa dipakai untuk jalan, kerja (ngantor), dan juga tidur. Koleksi kaos saya di lemari tidak banyak, masih bisa dihitung dengan jari. Saya jadi bosan melihatnya. Perasaan yang dipakai itu-itu aja.

Hari jumat, tepat seminggu yang lalu saya beli kaos murah selepas sholat jumat di pelataran Masjid Matraman. Karena murah dan nggak bisa dicoba di tempat, maka tinggal pintar-pintarnya kita milih aja. Nasib saya kurang beruntung kala itu. Saat saya coba di kost, ternyata lengannya kekecilan dan jahitan di pundak nggak bagus (nggak simetris). Sial, nggak mujur nih nasib saya.

Pada kamis kemarin (05 Juni 2008) saya niat mau jalan ke Atrium Plaza, dekat Senin. Bener-bener jalan kaki nih ceritanya--karena secara geografis letaknya nggak jauh dari tempat saya kerja. Targetan utama adalah cari kaos yang harganya murah tapi desain dan bahannya bagus. Hahaha....!!

Catatan:
Gambar di atas sudah dimodifikasi alur ceritanya (bukan kejadian sebenarnya).
Kalo gambarny nggak lucu anda tidak perlu buang-buang energi untuk ketawa, just leave a critique or comment aja. Tengkyu
25 blogger komat-kamit

Cerita Soal Batik



Kamu sedang lapar dan nggak ada duit? punya baju batik, kan? ayo ikut saya ke kondangan. Disana nanti kita bisa ngisi perut sampai puas. Hahaha, saya jadi pingin ketawa aja. Masak, batik dijadikan modal untuk cari makan gratisan. Can you believe it?

Anyway, saat momen 100 tahun kebangkitan Indonesia beberapa hari yang lalu beberapa selebritis tanah air berlomba mempercantik dirinya dengan mengenakan baju batik--seraya mempertegas identitas nasionalismenya. Buuuh!! nggak banget.

Hemat saya tidak semudah itu untuk membuktikan nasionalis. Maklum, mereka kan artis; jadi sebagai public figure apapun yang mereka katakan bisa jadi mendapat support dari masyarakat awam (yang tidak perlu repot-repot sampai menganalisis ucapannya itu). Saya melihat itu hanya euphoria belaka. Kita lihat saja bagaimana satu bulan kemudian, satu tahun kemudian. Benarkah mereka masih konsisten dengan pakaian batiknya. Ah sudahlah, ngapain juga ngomongin orang lain.

Saat masih duduk di bangku sekolah dulu saya sempat belajar menggambar ornamen (baca: hiasan) batik. Ada beberapa motif ornamen daerah yang sangat unik dengan gayanya masing-masing. Diantaranya adalah ornamen jawa, madura, bali, pekalongan, dsb. Saya yang saat itu masih bau kencur cuma bisa geleng-geleng kepala aja, membayangkan betapa kekayaan dan atau budaya Indonesia patut kita banggakan.

Di Pekalongan sudah didirikan museum yang khusus untuk Batik. Menurut sumber yang saya dapat, museum yang dikelola langsung oleh pemerintah itu mampu menarik wisatawan rata-rata 150 per bulan. Jumlah yang amat sedikit menurut saya. Sedangkan di Jogja yang katanya juga banyak pengrajin batik justru tidak pernah saya temukan dengan mata kepala saya sendiri. Payah banget investigasi saya. Hanya nama Mirota Batik (ada di selatan Jl Malioboro) yang cukup populer di telinga saya kala itu. Toko besar gitu loooh...

Memang, untuk memborong oleh-oleh dari Jogja yang murah meriah batik adalah jawabannya. Saya sadar batik harus terus menerus dikembangkan oleh generasi muda. Alumni sebuah akademi desain di Jogja kemarin pun sempat mengusung tema batik dalam pameran onlinenya (tanggal 28 Februari 2008). Temanya "Batikaholic".

Pertanyaan kemudian, bagaimana caranya menjadi generasi penerus batik? apakah niru gaya Bos Microsoft (Bill Gates)--yang mengenakan batik bikinan iwan Tirta saat memberikan kuliah di Jakarta Convention Center kemarin itu? atau seperti seniman kreatif lainnya yang menggunakan elemen desain batik lalu diaplikasikan pada benda sehari-hari? masih banyak kok cara lainnya, kita pilih yuk gaya kita sendiri.

Referensi:
http://jalansutera.com/2008/05/09/batik-bill-gates/
http://batikpekalongan.wordpress.com/2007/11/07/museum-batik-pekalongan-update/
http://visualclinique-emptyspace.blogspot.com/search/label/01.%20BATIKAHOLIC

Illustrasi di atas karya teman saya Meylinda Anreas yang lebih akrab dipanggil Memey. Diterbitkan untuk rubrik lifestyle pada tanggal 27 April 2008. Mantap!!
15 blogger komat-kamit

Cintai Lingkungan Kita



Saya jadi ingat, besok tanggal 5 juni kan hari lingkungan hidup. Ingatan saya muncul setelah tadi--ketika di toilet--tidak sengaja mendengar pembicaraan seorang reporter dan redaktur. Awalnya sih saya tidak tertarik untuk menulisnya di blog, tapi rasanya saya kok cukup apatis kalo berlaku demikian?

Okelah, kebetulan saya punya koleksi desain--yang pernah saya buat untuk screen saver--yang bertemakan lingkungan hidup, jadi semangat blogging tetap membara. Ha ha ha.

So what? apa yang akan saya lakukan nanti? Sebagai anak kost, saya paling-paling cuma punya kewajiban membersihkan kamar yang sudah beberapa hari ini tampak kurang bersih. Lalu nyuci pakaian kotor sudah numpuk di belakang pintu itu. Selebihnya, lingkungan kost sudah diserahkan sama pembantu :D

Sebenarnya saya ini orangnya paling nggak bisa buang sampah sembarangan. Kalo habis makan permen atau snack misalnya, saya paling bingung kalo nggak ada tempat sampah. Ini bukan sok idealis atau karena saya takut dengan isu global warming, tapi ini riil kebiasaan saya sejak kecil (mungkin). Lanjut ya, kemudian bungkusan tadi saya kantongi dulu atau saya masukkan ke tas, baru kalo udah nemu tempat sampah saya masukin deh kesana.

Hingga detik ini saya belum menemukan orang yang prinsipnya sama kayak saya. Ya iyalah, secara behaviour sudah beda gitu kan?? kalo toh ada, mungkin bisa dihitung dengan jari. Melalui blog ini saya ingin mengajak untuk sama-sama belajar dari hal yang paling sederhana dulu, yaitu menengok kembali ke belakang apakah kita sudah sadar akan kebersihan lingkungan?

Buat pekerja kreatif yang lain; bersihkan meja gambar yang sudah dikotori penghapus/hapusan (eraser), CPU, monitor dan poster-poster yang sudah digerogoti debu, buang perkakas yang sudah tidak berfungsi di tempat sampah atau musnahkan segera (dengan memperhatikan lingkungan tentunya). Simpel bukan??

Mencintai lingkungan hidup berarti mencintai diri sendiri dan orang lain di sekitarnya...
15 blogger komat-kamit

Corel, Freehand dan Illustrator







Corel, Freehand dan Illustrator adalah sama-sama program untuk desain grafis yang berbasis vektor. Ketiga software ini sudah diakui kehebatannya oleh desainer kelas dunia. Masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan pada hal-hal tertentu.

Desain untuk kebutuhan publikasi (baca: koran/majalah) yang biasanya berbentuk ilustrasi atau infografis kebanyakan diciptakan dengan program Freehand. Apa alasannya? program ini mempunyai fasilitas untuk menghilangkan warna spot, yaitu warna yang bukan hasil campuran CMYK (cyan, magenta, yellow, black).

Mesin percetakan hanya mengenal warna CMYK saja. Misalnya nih, warna hijau adalah campuran kuning dan biru. Sedangkan warna hijau yang menyala atau ngejreng membutuhkan tinta khusus yang artinya membutuhkan tambahan uang lagi untuk membuat film khusus. Kalo warna-warna di majalah barangkali masih memungkinkan terjadinya hal tersebut, karena disana bisa dimainkan warna-warna menyala seperti perak, emas, dll. Tapi kalo untuk warna koran? hanya CMYK yang diterima oleh percetakan.

Akhirnya, saya berharap tulisan singkat di atas bermanfaat untuk saya khususnya dan pembaca pada umumnya.

Catatan:

Desain di atas menggunakan program Freehand MX. Klik sekali untuk memperbesar gambar. Kritik, saran dan komentar sangat terbuka.

Bahan bacaan:

http://www.nanangkristanto.com/news.php?id=13
14 blogger komat-kamit

Commercial Art or What?



Melihat poster pameran fotografi wartawan ANTARA di kantor, saya tiba-tiba ingin bercerita soal poster yang menghias girlan (pinggir jalan) Matraman, Jakarta. Dalam sepekan ada mungkin dua sampai tiga kali tembok--yang sudah kotor--itu ditempeli berbagai poster. Bukan poster rokok atau operator seluler yang saya dapati, melainkan poster komersial yang mempromosikan terbitnya majalah atau tabloid edisi terbarunya.

Jelas-jelas ini vandalisme menurut saya, karena poster ini tidak mengindahkan tata ruang kota. Bahkan mungkin poster-poster itu tidak ada ijin tempelnya. Biasanya mereka yang bertugas nempel poster itu datang pagi-pagi atau malam sekalian. Nunggu pemakai jalan rada sepi biar nggak ada yang usil nanti.

Sebenarnya poster buatan mereka sudah bagus secara desain. Pemilihan warna, pengaturan komposisi, dan ide-ide sudah cukup nakal. Bahkan, saya sering tiba-tiba berhenti mendadak (saat jalan kaki)--seakan dipaksakan untuk mengamati keindahan pesan visualnya semata.

Kalo emang karyanya bagus tapi nggak pas peletakannya kan ya percuma saja. Itu namanya merugikan orang lain menurut hemat saya. Repot memang Indonesia ini. Poster dan reklame bertebaran dimana-mana. Kota yang kabarnya mau diikutkan perlombaan adipura kok malah dinodai.

Andai saja saya hari ini menjadi bagian dari pemkot (semoga tidak), saya akan menyumbangkan ide supaya dibuat peraturan yang jelas dan menindak tegas siapapun yang melanggarnya. Saya pikir karya komersial juga akan dihargai kalo ditempatkan pada tempatnya.
Salam kreatif!!
(Gambar di atas hanya ilustrasi saja, diambil dari http://www.visualresistance.org/wordpress/images/saw2006_pittsburgh1.jpg)
13 blogger komat-kamit

BBM dan Emosi Diri



Bingung mikirin BBM tapi gaji nggak kunjung naik? sama. Mungkin semua orang otaknya puyeng mikirin itu. Bolehlah sejenak kita melupakan beban. Coba sekarang kita sejenak melupakan semua permasalahan itu, Coba setel musik atau buatlah sebuah gambar yang kita suka. Nggak bisa nggambar? kalo gitu buat aja corat-coret pada sebuah kertas yang lebar dan berhentilah sampai emosi atau kekesalan anda hilang.

Ada banyak cara untuk menghilangkan stress sebenarnya, karena saya bukan dokter jadi saya nggak bisa kasi solusinya di sini. Oke, saya akan mencoba memaparkan akibat stress pada manusia. Contoh gampang yang sering kita temui adalah munculnya penyakit insomnia alias susah tidur, tumbuhnya acne (baca: jerawat), lalu ketombe pada rambut, dan sebagainya. Kalo sudah begini orang pasti bawaannya pingin marah, pingin ngisap rokok, bahkan ada yang sampai mengambil jalan pintas yakni mengakhiri hidupnya.

Jangan!!
jangan lakukan semua itu. Jangan depresi juga. Tahan emosi kita yang meletup itu. Cari hiburan yang murah tapi menyenangkan, atau berolahragalah sekedarnya, jogging misalnya.

Pikiran yang sudah ruwet butuh diistirahatkan. Kemampuan otak kita terbatas. Kita bukan Tuhan yang bisa mengatur segalanya. Diciptakannya permasalahan sudah disesuaikan dengan kemampuan kita untuk memecahkannya. Saya juga masih belajar untuk mengontrol diri kok. Belajar juga dari semua orang yang pernah saya kenal.
 
;