Cerita Soal Batik



Kamu sedang lapar dan nggak ada duit? punya baju batik, kan? ayo ikut saya ke kondangan. Disana nanti kita bisa ngisi perut sampai puas. Hahaha, saya jadi pingin ketawa aja. Masak, batik dijadikan modal untuk cari makan gratisan. Can you believe it?

Anyway, saat momen 100 tahun kebangkitan Indonesia beberapa hari yang lalu beberapa selebritis tanah air berlomba mempercantik dirinya dengan mengenakan baju batik--seraya mempertegas identitas nasionalismenya. Buuuh!! nggak banget.

Hemat saya tidak semudah itu untuk membuktikan nasionalis. Maklum, mereka kan artis; jadi sebagai public figure apapun yang mereka katakan bisa jadi mendapat support dari masyarakat awam (yang tidak perlu repot-repot sampai menganalisis ucapannya itu). Saya melihat itu hanya euphoria belaka. Kita lihat saja bagaimana satu bulan kemudian, satu tahun kemudian. Benarkah mereka masih konsisten dengan pakaian batiknya. Ah sudahlah, ngapain juga ngomongin orang lain.

Saat masih duduk di bangku sekolah dulu saya sempat belajar menggambar ornamen (baca: hiasan) batik. Ada beberapa motif ornamen daerah yang sangat unik dengan gayanya masing-masing. Diantaranya adalah ornamen jawa, madura, bali, pekalongan, dsb. Saya yang saat itu masih bau kencur cuma bisa geleng-geleng kepala aja, membayangkan betapa kekayaan dan atau budaya Indonesia patut kita banggakan.

Di Pekalongan sudah didirikan museum yang khusus untuk Batik. Menurut sumber yang saya dapat, museum yang dikelola langsung oleh pemerintah itu mampu menarik wisatawan rata-rata 150 per bulan. Jumlah yang amat sedikit menurut saya. Sedangkan di Jogja yang katanya juga banyak pengrajin batik justru tidak pernah saya temukan dengan mata kepala saya sendiri. Payah banget investigasi saya. Hanya nama Mirota Batik (ada di selatan Jl Malioboro) yang cukup populer di telinga saya kala itu. Toko besar gitu loooh...

Memang, untuk memborong oleh-oleh dari Jogja yang murah meriah batik adalah jawabannya. Saya sadar batik harus terus menerus dikembangkan oleh generasi muda. Alumni sebuah akademi desain di Jogja kemarin pun sempat mengusung tema batik dalam pameran onlinenya (tanggal 28 Februari 2008). Temanya "Batikaholic".

Pertanyaan kemudian, bagaimana caranya menjadi generasi penerus batik? apakah niru gaya Bos Microsoft (Bill Gates)--yang mengenakan batik bikinan iwan Tirta saat memberikan kuliah di Jakarta Convention Center kemarin itu? atau seperti seniman kreatif lainnya yang menggunakan elemen desain batik lalu diaplikasikan pada benda sehari-hari? masih banyak kok cara lainnya, kita pilih yuk gaya kita sendiri.

Referensi:
http://jalansutera.com/2008/05/09/batik-bill-gates/
http://batikpekalongan.wordpress.com/2007/11/07/museum-batik-pekalongan-update/
http://visualclinique-emptyspace.blogspot.com/search/label/01.%20BATIKAHOLIC

Illustrasi di atas karya teman saya Meylinda Anreas yang lebih akrab dipanggil Memey. Diterbitkan untuk rubrik lifestyle pada tanggal 27 April 2008. Mantap!!

25 blogger komat-kamit:

hanggadamai said...

wew keren tuh temanya batikhollic

Anang said...

bangga sekarang batik dah jadi tuan rumah di negeri sendiri.

ndop said...

saya penggemar batik bos.. dari keciiill.. baca deh biografiku!!

ndöp™ said...
This comment has been removed by a blog administrator.
ndop said...
This comment has been removed by a blog administrator.
mysterio1210 said...

ow ow ow, saya malah seneng2 aja batik jadi euphoria...
gara-gara euphoria ini juga saya dapet ide buat jadiin t-shirt sama jaket hoodie...
biar batik bisa dipake sama anak2 gaool gitu... hoho :)

christi said...

krn orang2 tll mngkhususkan pakaian batik shg idntik utk acr2 trtentu..tp liat aja ibu2 yg berdaster batik bnyak bgt kan..mrk ga mikir lg tren or ga

nita said...

kalau saya paling suka pakai scarf batik. aksesoris yg simpel tapi gaya...ceileee

citra said...

duuh... gambarnya bagus bangeeeett...

emang diterbitin dimana mas..?
jadi pengin liat gambar2 selanjutnya deh...


;)

arthworks said...

Saya bukan penggemar batik...tapi tetap bangga sama batik...indonesah banget...

Blog-nya bagus mas...grafis-sosialita...oke juga idenya...

nindya said...

batik identik dengan kondangan yah... tp skrg sih enggak.. aku jg kadang pake batik, suka juga, ikutan juga.. terutama ikutan temen depan mejaku hehehe

masciput said...

batik asli indonesia bro

ketela said...

ayoo kita punya gaya sendiri

RiezkhI said...

Aku jadi inget dulu pas smt 1 disuruh bikin gambar batik.dan aku dapet nilai 80.hahahahahay

torasham said...

betul mas, kita harus menggalakkan batik, buat batik menjadi tuan di rumah sendiri. Jangan sampai batik menjadi batuk karena gak ada yang ngereken.

ichanx said...

kota batik di pekalongan... bukan jogja eh bukan solo... gadis manis jadi pujaan... nananana.... (kok jadi nyanyi lagu slank ya?). hehe

ridu said...

wah.. sama neh postingannya tentang batik..

laporan said...

ada banyak jenis batik, pekalongan, jokja, solo, bali, cirebon, tapi saya kurang paham apa perbedaannya, apa di warna ato desain.

sha said...

assalamualaikum,

iya, batik sekarang sudah lebih dicintai:D sebagai pengguna batik dr jaman dahulu kala(maklum asalny wonk ndeso solo hehehe:D) aku bangga banget batik akhirny bs dterima dinegeri sendiri.

dee said...

tren batik di mana2..
ibu2 yg naik kreta brg aku kebanyakan pake baju batik.. di kantor juga pada kena batikholic.. trennya kira2 smp kapan ya mas..?

btw gambarnya bagus bangettttt..

juliach said...

Hei, pengalamannya koq sama sih! Asal pakai batik =makan sepuasnya di hotel berbintang. Udah gitu sok kenal sok dekat, maksudnya cari jodoh!

Aku pengemar syal sutra batik.

antown said...

@hanggadamai: itu kan idenya teman2..
@anang: syukur dah...
@ndop: komenmu banyak kalee? sori aku gak nyediain shoutbox
@mysterio: lahan bisnis begitu??
@christi: itu dia, soalnya harganya masih terjangkau bgt
@nita: kapan2 boleh nih diganti foto yang pake scarf
@citra: kamu biasanya baca koran nasional yang mana?
@arthworks: maturnuwun, keep semangat yak!!
@nindya: mbak christi, namamu disebut tuh :)
@yang lainnya: makasih dah meluangkan waktunya komen disini...

pudi-interisti said...

Pemakaian batik mungkin hanya sedikit dari bentuk ekspresi rasa nasionalisme kita. Tapi setidaknya itu merupakan tindakan yang didasari dari rasa kecintaan kita terhadap bangsa ini.

~ tc ~ said...

sekarang kan lagi trend tu, pake batik gitu tapi gak berkesan formil..jadi bisa deh dipake jalan ke mall
;)

antown said...

@pudi: iya, meskipun sangat sangat sedikit sekali
@tc: iya buat cewek, tapi kalo cowok gimana caranya biar bisa matching and easy looking?

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda. Terima kasih.

 
;