Ada Duka diantara Kita



Malam ini sekitar pukul 22.30 saya dapat kabar dari seorang redaktur bahwa salah satu ilustrator kita sedang mengalami musibah. Dia mengalami kecelakaan, sekarang posisinya sudah ada di RS Pelni Petamburan, Jakarta. Untung jaman sekarang teknologi sudah canggih, sayapun segera mengklik http://wikimapia.org/ untuk mengetahui posisi rumah sakit itu.

Ilustrator yang ada di barisan saya langsung panik. Hingga sekarang belum diketahui apa penyebabnya. Saya jadi teringat beberapa jam sebelumnya waktu saya menelpon dia untuk segera datang ke kantor mengingat pekerjaan sudah menumpuk. Alasan saya menelponnya karena sebagian pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan dialihkan ke saya. Saya menunggu lama tapi dia juga tidak kunjung datang. "Ya sudahlah, mungkin dia nggak jadi berangkat ke kantor", ucap saya dalam hati.

Dia sempat mengatakan di telpon bahwa saat itu disana sedang hujan. Saya pun mengiyakan saja sembari berharap dia segera datang. Saya benar-benar tidak menyangka apa yang terjadi kemudian. Tuhan berkehendak lain. Musibah itu terjadi secepat itu tanpa kompromi. Dalam hati saya berdoa supaya dia segera baik-baik saja.

Sekitar pukul 23.15 WIB seorang redaktur mendatangi saya. Dia memberitahukan bahwa sang ilustrator (senior) kita telah tiada. Dia sudah menghembuskan nafas terakhir dalam tragedi itu. Saya ingin menangis sepuasnya malam ini. Menyesali atas apa yang saya lakukan tadi. Kenapa saya tadi menelpon saat dia sedang di jalan.

Saya begitu bodoh. Bingung dan bingung malam ini. Terima kasih buat semuanya yang meluangkan waktunya melipur hati saya yang sedang lara. Semoga dengan ini kita bisa berbagi.

Selamat jalan Mas Asep

12 blogger komat-kamit:

ridu said...

Innalillahi.. Turut berduka cita yah atas kepulangan senior mas.. semoga diterima semua amal dan ibadahnya di sisi-nya.. Amin..

Ernita D said...

ajal memang misteri meski ada pula yg berpendapat bahwa kematian sebenarnya selalu memberi pertanda hanya saja manusia sering tak peka. saya pun belum lama menerima kabar, seorang teman meninggal karena kanker otak stadium 4 yg terlambat dideteksi. begitu tiba2. usianya 30-an...begitu muda...

turut berduka cita. semoga almarhum asep bahagia di alam sana.

hanggadamai said...

innalilahi wa inna ilaihi rajiun
semoga amal ibadanya ditrima Allah ..

ToimToim said...

moga2 amal-nya diterima di sisi Tuhan, bung...

carra said...

hadoh... tragis bener.. :) tapi jangan sedih lama2 ya... semua dah ada yang atur :) semoga keluarganya selalu diberi kekuatan...

sha said...

assalamualaikum,
innalillahi wa innailahirojiun, turut berduka mas antown, smoga mas asep diterima disisiNya. dan sabar-sabar ya mas, sgala sesuatunya datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Annie said...

disaat genting pun masih konsen iget nama2 situs...wkekekeke

salutt....

mga cepet sembuh ya u/ shbt kamu...

citra said...

turut berduka cita...

Semangat!!!
btw, aq link ya...
^^

Qie said...

Saia ikut Prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian Ini.... sabar ya Mas???

antown said...

@ridu: makasih
@nita: semoga
@hanggadamai: amien...
@toim: amien juga, bung
@carra: saya lihat kemarin keluarganya sudah pasrah
@sha: oke, keep rawkin!!
@annie: kok sembuh sih? udah meninggal annie...
@citra: silakan di link. makasih
@ qie: iya...iya, semangat lagi!!

pudi-interisti said...

turut berduka....moga arwahnya di terima di sisinya.

cartoonist's partner said...

aamiin

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda. Terima kasih.

 
;