Ada Komikus Besar


Dua komikus besar Dwikoen (Indonesia) dan Stephen Heuet (Perancis) berkolaborasi di atas kertas lebar

Senang rasanya bisa bertemu dengan orang yang tercatat namanya di sejarah perkomikan. Beliau adalah Dwi Koendoro, kartunis KOMPAS yang melahirkan tokoh Panji Koming (terbit seminggu sekali pada hari minggu). Dan satu orang lagi adalah Stephen Heuet, komikus yang mencoba menghidupkan karya novel dengan komik.

Saya datang tepat waktu (nggak biasa lho. Biasanya datang sebelum waktunya hehe...). Tadi naik angkot 502 cuma bayar seribu perak dari perempatan matraman ke toko buku Gramedia (gak penting ya?). Mumpung masih ada gitu. Masalahnya jam kerja saya itu fleksibel. Jadi yang penting kerjaan selesai ya sudah.

Awalnya saya niat untuk cari ilmu aja tadi, barangkali ada yang baru atau sesuatu yang masih belum saya ketahui (makanya yang pintar kalo jadi orang). Sudah nyampe sana, acara dimulai dengan pergelaran musik dari mahasiswa UNJ. Mereka menyanyikan beberapa lagu berbahasa Perancis. Lumayan fasihlah (lha wong saya aja belum bisa) sampai saya bosen sendiri mendengarnya. Nggak ada lagu Rosa dengan ayat-ayat cinta-nya (ya iyalah...)

Acara dimulai. Dua orang besar itu maju ke depan (dengan langkah cepat) untuk mempresentasikan atau membuka ruang diskusi. Saya tadi sempat mau mengajukan pertanyaan tapi (sial) kesempatan itu diserobot orang disebelah saya (hiks). Sekitar seratus orang lebih tampak asusias mengikuti setiap sesi. Sayang sekali sesi dorprize tidak ada, padahal menurut informasi terpercaya seharusnya ada lho. Gak jadi memperebutkan yang gratisan deh. Ho ho ho

Dari jam empat sampai jam setengah tujuh malam, capek juga rasanya. Mulutku sudah gatal (lho kok bisa?). Acara berakhir dengan sesi tanda tangan oleh narasumber. Saya belum bawa uang gede saat itu jadi nggak bisa beli bukunya. Kesempaan untuk membeli buku tertunda (hiks hiks). Untungnya tadi sempat berfoto dengan Dwi Koendoro. Lumayan buat cerita anak cucu nanti. Hehehe...

11 blogger komat-kamit:

ridu said...

wah.. keren juga tuh bisa ketemu sama tokoh komikus kondang..

btw itu foto sama Dwi Koendoro itu buat warisan ke anak cucu yah?? hahhahhaa..

Febra said...

hmm..jangan-jangan mau jadi komikus juga nih bro? :D

Mama Rafi said...

kyknya bentar lg jg bakal ada calon komikus handal :)
sukses trus mas, mg smua cita2nya kesampean.

yoyo kesambet said...

Wah...Dwi Koen itu komikus favorit saya je...sampean mau ikutin jejak Dwi Koen po ?

Si Jagoan Makan said...

haaahaha...teman lama ternyataa. Anton hoiiii. Ehemm..jadi kerjanya itu. Wis pokoke salut buat anton met berjuang semoga bisa seperti yang kamu idolakan.

speakup said...

wuiih...
pasti senang ya, ketemu orang yang ahli di bidang yang kamu geluti.
Saya juga pengeeeen, tapi belum ada penulis yang bertandang ke manado (atau, sayanya saja yang kuper,ya?hehehe)

soal Marga T,bukan soal berapa tahun penulisan tapi berapa juta orang yang tiap hari membuka blognya hanya untuk membaca karyanya,hehehe...

warmest regards,


Ivana

hanggadamai said...

klo besok ketemu lagi, nitip tandatangan ya hhehehe

antown said...

maturnuwun (terimakasih) atas dukungannya semua.
Satu hal yang perlu kita cermati; bahwa bertemu dengan orang setenar apapun tidak akan membawa manfaat, kecuali kita tidak dapat mengambil pelajaran (baca:ilmu) darinya.

keep semangat ya!!

sha said...

ass,
hehehe.. wah ak ndak tau tuh, kerja soalny hehehe.. pastiny seru ya ton..

elyswelt said...

foto sama Dwi Koendoronya mana ? :D

Elsa said...

waah, saya juga ngefans sama Pak Koendoro.
kartunnya "indonesiaaaaaaaaaa" banget!!

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda. Terima kasih.

 
;