Desainer Grafis dan Klien yang Aneh

Sebagai desainer grafis professional, dalam merancang sebuah karya tentunya harus menyertakan konsep di dalamnya. Konsep yang dibuat harus mempunyai filosofi yang kuat dan dilandasai latar belakang yang jelas. Tentu saja ini bukanlah tugas yang mudah.

Desainer grafis tidak hanya sekedar bekerja untuk menciptakan karya yang baik dan menakjubkan, tapi desainer juga dituntut untuk memberikan edukasi kepada khalayak. Edukasi ini juga bukan tugas yang mudah.

Sayang sekali, desainer di negeri ini kurang dihargai sama masyarakatnya sendiri. Padahal jerih payah mereka sudah luar biasa. Saya akan memberikan ilustrasi seperti di bawah ini;
Klien: “Mas tolong saya dibuatkan desain untuk banner website organisasi saya. Kira-kira bisa jadi kapan, mas?
Desainer: “Siap pak! Saya akan mempelajari dulu karakter website Bapak. Jadi, beri saya waktu dulu sampai beberapa hari ke depan”
Klien: Kalo bisa yang bagus ya, Mas. Kira-kira lima hari lagi bisa saya lihat desainnya dan beberapa alternatifnya?
Desainer: Saya usahakan ya, Pak!
Klien: Saya belum ada DP nih, mas. Besok aja ya kalo udah jadi sekalian langsung saya beri.
Desainer: lho kok gitu, Pak? Eee… iya deh!

Beberapa hari kemudian…
Desainer: desainnya sudah jadi, Pak. Saya juga buatkan beberapa alternatifnya.
Klien: Lho kok cuma gini? Mas nggak niat ya mengerjakannya?
Desainer: (diam, kesal karena tidak dihargai karyanya).
Klien: Ya sudah, saya pilih yang ini saja. Nanti saya minta yang kualitasnya hi-res ya? Oya, Mas saya kasi segini dulu ya. Maaf sebelumnya. Dari kantor belum cair nih jadi pake uang saya aja dulu.

Dasar klien yang aneh, sudah cerewet, suka nyuruh kerja cepat, menghina, ngasi bayaran nggak full lagi. Kasian banget. Tapi kenyataan pahit inilah yang sering diterima oleh desainer grafis di negeri ini.

Hukum alam mengatakan, jika kita ingin dihargai, maka kita harus bisa menghargai orang lain. Jangan serius mengatakan “Saya buatkan desain, tapi gratis”, karena ini sangat memalukan dan menurunkan citra diri kita sendiri.

Mari kita bermain secara professional….

(Jatuh cinta, sama kakak kelas. Sudah baca, ayo dibalas)

Tentang gambar:
Dibuat dengan Freehand.
Dilarang mengcopy kecuali mencantumkan sumber asli

34 blogger komat-kamit:

Republik Gaptek said...

Bukannya setiap pekerjaan yang remeh selalu dihina ama orang..

Antown said...

@republik gaptek: saya menyebutkan pekerjaan remeh pada tulisan di atas? mana ya?? *mata melototi monitor*

Republik Gaptek said...

meebo.com mas

Kak Yong said...

salam kenal juga..designer juga ya??

fenny said...

jadi inget ama temenku... niatku nyariin dia kerja desain grafis tp kok malah kesannya aku ngrendahin dia. si temen cuman mau menggaji 1jt, ck ck ck.. jadi tak enak lah diriku ini... untung sekarang dia uda nemuin pekerjaan yang sanggup gaji dia berlipat2 huhuhu aminnn

Antown said...

@kakyong: mekasih kak, udah sudi mampir ke blog saya yang sederhana ni.
@fenny: waduuh, tapi sekarang kerja dimana fen?

rizal said...

mas antown,

betul tu, bila kerja sebagai pelukis ilustrasi, pereka (designer), pereka grafik, seharusnya kita perlu ada set standard agar orang tidak memandang remeh.. Perlu ada juga standard profesional..

ehh, kenapa desainer grafis tuu bagi artwork dia. Patutnya jangan bagi sampai dia bayar sepenuhnya. Kadang2 ada klien yang suka ambil kesempatan dengan kata desain yang dibuat tidak lawa (sebab mau beli murah). Senang aja, jawapannya kalau tidak bagus, klien boleh mencari desainer yang lain kan? dah desainer itu boleh simpan hasil karya nya sebagai satu simpanan folio. dan jika kerja2 yang dihasilkan kurang memuaskan, sekurang2nya desainer tuu boleh mempertingkatkan lagi hasil kerja dia di masa hadapan..

huhu..

ehh lupa..selamat hari sabtu yaaaa..

laporan said...

Kadang-kadang usaha jasa menemuai klien yg menyebalkan pak antown, sudah bayarnya nyicil hasil kerjaan kita juga dijelek-jelekkan, huehehehe. Nah, namun kadang-kadang kita juga harus gengsi, agar harga diri kita tetep baik di mata klien pak antown. Postingan ini seperti mengingatkan apa yg saya hadapi sehari-hari. hehehe, penyemangat.

Novee said...

hihi.. org kadang hanya bisa berteori, tp prakteknya ngga.. mudah aja bilang hargai org lain, lha dia nya sendiri sering melecehkan org.. ini ada, ini nyata.. haha..

ya kl boleh berbagi niy.. sy dpt hikmah dr seorang desain grafis, dia bilang gini :
desain grafis kl utk bisnis ga bisa pk sistem perfeksionis menurut versi desainer, tp harus ikut kata pasar *klien maksudnya* Kl klien blg jelek ya brarti jelek, walo desainer merasa itu keren.
Jd kl mo kaya ya ikutin aja mau nya klien.
Tapi, jgn ragu untuk ngasih GRATIS, karna kerja itu ibadah sedangkan rejeki datangnya dari Allah swt, berharaplah dpt yg barokah..
Karna tanpa bermurah hati ngasih gratis tp Allah tutup rejeki kita, biar kerja kringetan dari ujung rambut ampe ujung kaki, rejeki ga bakal cukup. Sebaliknya walo sering2 ngasih gratis & Allah redho, percayalah pintu rejeki terbuka seluas2nya tanpa menurunkan citra dri..
bukan kah yg sangat memalukan itu mengambil hak orang lain..? heheee..
smangad!

Novee said...

waduh.. tanpa sadar gw telah hilaf koment panjang bgt.. ma'aaafff..

chocoluv said...

hehehe,
sering merasakan itu terutama kalau diminta tolong sama ayah sendiri.

ga tau kenapa, selera orang indonesia, terutama yang sudah tua, itu aneh2 :-D

UpyL said...

IYa.. sebel klu hasil kerja qt ga dihargai. Tp itulah manusia,punya banyak sudut panjang yg b'beda.HUh. huh.. huh.. *hloh ngapain aQ ini :D

btw, paragraf blogQ niru siapa ya?? *garuk2..

deniar said...

Kadang aku juga ngalamin begitu, udah didisain seindah, semenarik mungkin. Termasuk mepelajari profile perusahaan dan berbagai ilmu dan konsep disain grafis yang telah dipelajari bertahun-tahun (walau otodidak). Eh pas kita kasih disain bilangnya minta ini minta itu tambah ini tambah itu, disainnya malah jadi ancur. Dan justru dia seneng dengan disain ancur yang dia komposisiin sendiri (baca:mengubrak abrik disain yang udah jadi). ANeh memang....

Malah kadang mereka mau yang norak dan ndeso (baca: norak berbeda dengan 'eye catching' dan mempesona, norak berkesan ancur dan negatif, tidak sinkron, dan tidak harmonis, apalagi komposisinya waduh... gak deh)

emfajar said...

di negara ini pekerjaan yg menghasilkan kreatifitas tinggi emank jarang dihargai namun pekerjaan yang cuma rapat2 dan ga menghasilkan apa2 malah dapet gaji tinggi..

*pekerjaan apa ya??

TaMie said...

Setuju! Iya, tuh klien payah ah.. kayak dia bisa aja bikin sendiri. Zaman telah membuktikan yg namanya 'ide' itu kan mahal. Keep your great work!

lala said...

jadi sekarang dah dubayar full?????

traktiiiiiiiieerrrr.....!!!!

Antown said...

@rizal: mekasih, mas udah mau share disini.
@laporan: ya! kita harus bisa menghadapai dan menerima kenyataan ini.
@novee: kontradiktif sekali nih sama pendapat di atas. Hmmm, kayaknya saya tahu siapa temen desain nya mpok....
@chocoluv: kalo sama tetangga? sama sodara jauh? nggak gratis lagi kan? kita main profesional aja
@upyl: manusia itu memang berbeda, tapi perbedaan itu seharusnya bisa sinergis
@deniar: eh...pengalamannya sama nih..., otodidak itu bagus lho. kita nggak perlu minder
@emfajar: itu namanya pekerja rapat, hehehe
@tamie: nah itu dia guys masalahnya, ide itu idealnya bisa dihargai lebih

Antown said...

@lala: mau kamu tambahin, la? mau mendonorkan ke saya? alhamdulillah....

fenny said...

uda aku trima designnya, tengkyu yak...

AbGJaS said...

Hi Antown,
Kartunis juga kadangkala mengalami nasib yg sama. Kartun yg bersifat kritikan sosial sering dipandang enteng dan tidak dihargai padahal menghasilkannya saja bisa membuat kepala jd pusing.

Sebab itu abgjas tak suka menghantar karya ke akhbar sebab sering editornya tak pandai menilai karya kita.

sha said...

Assalamualaikum,

Yupz begitulah klien
Eniwei sy gak bisa k schmutzer ton, ada keperluan mendadak.

Antown said...

@fenny: yoi fen. sama2. ditunggu kabarnya nanti
@abgjas: itu juga terjadi disana? hmmm, kapan ya kita bisa bangkit dan dihargai seperti di negeri maju gitu?
@sha: yaaah, gak jadi ya? sayang bgt. yaudah gpp kok sha

Tony said...

ternyata dunia grafis juga ada suka dukanya ya

Novee said...

hahaaa.. lo ga tau sapa desainer ituh..
pasti lo pikir dia yg bikin kaos blogger brotherhood? ya bukanlah.. kl dia mah baru blajar & memulai karir, makanya gw order ke dia biar ada pengalaman..
dan sekarang, dia lg berguru dg desainer yg gw maksud di komentar ini.. hahahaaa..
lo ga kenal deh, pdhl dia itu dpt order dpt hardrock cafe-nya ausi.. hebat ya..
itulah makanya gw blg, rejeki ga ketuker walo sering2 ngasih desain gratis ke org2.. hahaaa

brainwashed said...

di indonesia, pekerjaan bidang seni emg masih sering dipandang sebelah mata. masih sedikit orang yang bisa menghargai karya (seni), seperti contoh diatas. malah yang lebih teganya lagi, udah dikasih harga murah.. masih ditawar lagi.. hiks..hiks..

Antown said...

@novee: iya, mpok saya ngerti maksud ente. Thx ats sharenya. Kapan saya dikenalin sama dia? hehehe
@brainwashed: Sabar itu penting, tapi sabar juga ada batasnya. Artinya, kita harus bisa memposisikan diri dengan situasi yang ada

zonamerah said...

Wah, pernah ngalamin kejadian serupa tuh... udah cerewet eh malah engga jadi lagi.. padahal kita udah nyetakin eh malah ngomel-ngomel, katanya foto yang kita edit tuh keterlaluan banget.. cuma alesan mereka aja tuh yang ngga mo bayar kerjaan kita..

dee said...

rasanya jd pengen nabok si klien bawel ya town.. itu pengalaman pribadi? sm kaya nasibnya editor bhs. ada yg bilang gini, "Ngedit kan gampang. 5 menit selesai ya." heheee jd curhat colongan nih..

-=«GoenRock®»=- said...

Client is always right! **dikejar Antown pake golok karatan**

Antown said...

@zonamerah: waaa, kurang ajar bgt tuh klien kayak gitu. Keterlaluan, harusnya mereka menghargai karya kita. Udah capek2 lagi, masih juga disalahin
@dee: mungkin pengalaman pribadi, hehehe. Sekedar share aja kok, Dee. Editor bahasa sama desainer harus sabar bar... bar...
@goenRock: kapan daftar jadi klienku hayooo?

Rezki said...

ckckck......pengen jadi klien nya..loh???hehehe

Antown said...

@rezki: wah, boleh tuh riz. serius nih?

Dzofar said...

itu sering dialami oleh saya....

*sangat membikin tidak semangat untuk hidup!*

Antown said...

@dzofar: sabar ndop. sabar tapi semangat!!

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda. Terima kasih.

 
;